| Digugat Karena Air Mahal, Jokowi: Belum Selesai Ngapaian Dikomentari |
Detik 14 warga jakarta menggugat gubernur dki jakarta joko widodo untuk membatalkan kerjasama dengan pt palyja dan pt aetra. hal ini karena harga air bersih di jakarta dinilai selangit. lalu apa komentar jokowi?"ya ditunggu aja (hasil sidang-red). menunggu gitu. belum selesai ngapain saya komentari? nggak boleh dong," ujar jokowi.jokowi mengatakan itu saat ditanya wartawan, usai bertemu dengan dubes brunei darussalam dato paduka mahmud hj di balai kota, jl medan merdeka selatan, jakarta pusat, senin (3/1/2013).14 warga jakarta menggugat jokowi untuk membatalkan kerjasama dengan pt palyja dan pt aetra di pengadilan negeri jakarta pusat, jl gadjah mada. menurut kuasa hukum 14 warga, arif maulana, harga tarif air bersih di jakarta sekitar rp 7 ribu-an/liter/kubik. "itu (harga rp 7 ribu/liter/kubik) pada tahun 2007 dan tiap tahun selalu naik," ujar arif di pengadilan negeri jakarta pusat, kamis (13/12/2012).menurut arif, ke-14 warga jakarta juga telah melakukan survei. hasilnya, jakarta merupakan kota termahal dalam penerapan tarif air bersih di kawasan asia tenggara."untuk negara sesama asia tenggara ini termasuk paling mahal," tambah arif tanpa mau merinci harga di negara lainnya.menurut penggugat, gugatan itu dilakukan karena air merupakan hak asasi publik yang dapat dinikmati secara cuma-cuma sesuai pasal 28 uud 1945 tentang hak untuk hidup."selain itu air juga harus dikelola oleh negara sesuai pasal 33 uud ayat 3 1945 tentang pengelolaan sumber daya alam," tambah arif.14 warga itu menggugat presiden ri, wapres ri, menteri pekerjaan umum, menteri keuangan, gubernur dki jakarta, dprd, dan pdam. serta turut tergugat pt palyja dan pt aetra. (nik/nrl)
sumber: www.detik.com
Post a Comment