, SURABAYA - Ketua Organda (Organisasi Angkutan Darat) Wilayah Jatim, HB Mustofa, meminta pemerintah untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan keputusan, termasuk bila andai pembatasan solar bersubsidi, benar-benar diterapkan.Menurut Mustofa, opsi menaikkan harga tiket buat pengusaha angkutan, tidak masuk akal untuk dijalankan saat ini, karena masyarakat belum siap.“Mau naikin harga tiket juga tidak akan bijak, karena memberatkan masyarakat. Masyarakat jelas belum siap dengan kenaikan harga tiket. Dengan harga saat ini saja, buat jualan sudah susah,” kata Mustofa, dihubungi Senin (4/8/2014).Mustofa menyebut, pengusaha angkutan memang tidak punya pilihan lain. Bila tidak menaikkan harga tiket, tapi harus memakai solar nonsubsidi, maka secara hitung-hitungan pasti merugi.“Rata-rata, dengan harga tiket saat ini, satu bus itu dalam satu hari pulang bawa uang Rp 500.000. Itu sudah dipotong uang bahan bakar dan sopir. Nah, kalau harus membeli solar nonsubsidi, yang lebih mahal Rp 6000 dari solar subsidi, maka kita harus keluarkan uang ekstra sekitar Rp 700.000,” kata Mustofa.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Post a Comment