Berita Terbaru
Showing posts with label 11. Show all posts
Showing posts with label 11. Show all posts

Tolong, Bocah 11 Tahun Ini Hilang di Mangga Dua

Written By laso on Saturday, 8 March 2014 | 00:58




Tolong, Bocah 11 Tahun Ini Hilang di Mangga Dua
Tolong, Bocah 11 Tahun Ini Hilang di Mangga Dua





seorang bocah bernama maulana (11 tahun) dilaporkan keluarganya hilang sejak kamis (6/3) sore. terakhir diketahui, dia berada di kawasan mangga dua, jakarta utara sekitar pukul 17.00 wib.informasi yang dikirimkan oleh pembaca pasangmata.com, muksin, disebutkan maulana memiliki kesulitan berbicara. dia kerap memanggil atau menyebut sesuatu dengan istilah yang dibuatnya sendiri."dia manggil saya saja dengan sebutan 'jeje'. saya juga nggak ngerti maksudnya apa itu," ucap muksin yang merupakan kakak maulana saat dikonfirmasi detikcom, jumat (7/3/2014).muksin mengatakan, terakhir dia melihat maulana mengenakan baju berwarna kuning-oranye bergambar tomat di depannya, celana pendek abri loreng-loreng dan sandal kodok. ciri-ciri fisik maulana, berkulit putih, matanya sipit dan rambutnya bergaya spike (mencuat ke atas) dengan bagian belakangnya agak panjang."saya nggak tahu dia ke mana. dia baru sampai jakarta bersama ibu itu senin dari rangkas, serang. dia itu anaknya suka nyolong-nyolong keluar kalau main tuh," lanjutnya.untuk dapat menemukan maulana, malam ini keluarga berencana akan melapor ke polisi. maulana adalah anak ketiga dari tiga bersaudara sekitar mangga dua.ratusan mahasiswa di universitas samratulangi manado saling serang. belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. saksikan liputan lengkapnya dalam program "reportase malam" pukul 02.51 wib hanya di trans tv (fjp/fjp)
sumber: www[dot]detik[dot]com

11 Mahasiswa UKI Ditangkap, Diduga Serang Satpam RSCM

Written By laso on Thursday, 8 August 2013 | 04:51




11 Mahasiswa UKI Ditangkap, Diduga Serang Satpam RSCM
11 Mahasiswa UKI Ditangkap, Diduga Serang Satpam RSCM





sebelas orang mahasiswa universitas kristen indonesia (uki) salemba, jakarta pusat, diringkus aparat polres metro jakarta pusat, rabu (7/8/2013) malam.
mereka diduga terlibat penyerangan terhadap petugas keamanan rumah sakit cipto mangunkusumo (rscm) sekitar pukul 19.
30.

"sebelas orang mahasiswa sudah diamankan," kata kepala polres metro jakarta pusat komisaris besar angesta romano yoyol kepada wartawan, rabu malam di mapolres metro jakarta pusat.

yoyol mengatakan, para mahasiswa tersebut ditangkap setelah polisi melakukan penyisiran di dalam kampus uki setelah terjadi penyerangan di dalam kompleks rscm.
"mereka melakukan penyerangan terhadap rumah sakit, yang mana dilakukan oleh beberapa orang (mahasiwa)," ujar yoyol.

saat ini polisi memeriksa belasan mahasiswa uki tersebut, termasuk menyelidiki motif penyerangan tersebut.
sebelumnya, sekelompok oknum mahasiswa universitas kristen indonesia (uki) salemba, jakarta pusat, menyerang petugas keamanan rscm.
dua orang petugas keamanan rscm mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.













editor : laksono hari wiwoho































berita terkait

mahasiswa uki salemba serang satpam rscm, seorang terluka







topik pilihan:



penembakan polisi



pabrik narkoba di lapas cipinang



bwf world championships 2013



kopilot garuda pakai narkoba?



setahun curiosity di mars



geliat politik jelang 2014











baca juga







takbiran di rumah megawati, jokowi enggan diikuti













melalui youtube, foke ucapkan selamat lebaran













komik ramadhan seru dan lucu dari the muslim show













malam takbiran, polisi tingkatkan pengamanan di 3 lokasi ini













setelah "petko-dance", kini ada "djoko-dance"


















































googletag.
display('div-gpt-ad-845130549378104669-2');





























terpopuler + indeks




1
"jakarta butuh ahok yang keras, tetapi baik hatinya"





2
"so what kalau ahok jadi gubernur!"





3
"kalau rakyat maunya jokowi, mau apa?"





4
misteri kata-kata makian di akun facebook franceisca yofie





5
lulung: jokowi lebih mengerti ketimbang ahok yang arogan























terbaru + indeks





11 mahasiswa uki ditangkap, diduga serang satpam rscm









malam takbiran, sejumlah perumahan di depok kebanjiran









belasan polwan tunggangi harley davidson kawal malam takbir jakarta









mahasiswa uki salemba serang satpam rscm, seorang terluka









takbiran, warga berdatangan ke taman mini























































































[x] close





























news
nasional
regional
megapolitan
internasional



olah raga
sains
edukasi
infografis
surat pembaca



ekonomi
bola
tekno
entertainment
otomotif
health



female
travel
properti
foto
video
forum






kompas gramedia digital group




grazera


kompasiana


kompaskarier.
com



midazz





scoop


urbanesia


gamesaku


makemac

















about us-
advertise-
policy-
pedoman media siber-
career-
contact us-
rss-
site map



©2008 - 2013 pt.
kompas cyber media (kompas gramedia digital group).
all rights reserved.


































!function(d,s,id){var js,fjs=d.
getelementsbytagname(s)[0];if(!d.
getelementbyid(id)){js=d.
createelement(s);js.
id=id;js.
src="https://platform.
twitter.
com/widgets.
js";fjs.
parentnode.
insertbefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");


window.
___gcfg = {
lang: 'id'
};
(function() {
var po = document.
createelement('script'); po.
type = 'text/javascript'; po.
async = true;
po.
src = 'https://apis.
google.
com/js/plusone.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(po, s);
})();




//



$(function() {
var c = true;
$("#mykompas_like").
click(function () {
if (c) {
var n = $(this);
$("#myk-err").
remove();
if (! $("a#myk-ldr").
length) {
n.
parent().
append(' ')
}
c = false;
$.
getjson("http://" + document.
domain + "/services/mykompas/like/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&jsoncallback=?", function (p) {
if (p && p.
status == 1) {
n.
parents("div:eq(0)").
html(' berita telah terpilih')
} else {
$("#myk-ldr").
remove();
var o = ' proses gagal, coba kembali';
n.
parent().
append(o)
}
c = true;
$("#myk-ldr").
remove()
})
}
return false;
});
$(".
twitter").
click(function () {
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareontwitter/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
//$(".
twitter-share-button").
load(function () {
// $(this).
contents().
find(".
btn").
live("click", function () {
// $.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareontwitter/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
// });
//});
fb.
event.
subscribe('edge.
create', function(response) {
console.
log(response);
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareonfacebook/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + response + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
});






jquery(document).
ready(function ($) {
$("#putartbox").
kompasartbox({
siteno : "1",
sectionid : "10",
articleid : "1061362",
nameutm : "megapolitan",
nameid : "sartbox",
prevpermalink : "2013/08/07/2347009.
xml"
});
$.
ajax({
type:'get',
url:'http://api.
sharedcount.
com/?url=http://megapolitan.
kompas.
com/read/2013/08/07/2347009/11.
mahasiswa.
uki.
ditangkap.
diduga.
serang.
satpam.
rscm',
datatype:'json',
beforesend: function(){
$(".
social-fb-count").
html('');
$(".
social-twitter-count").
html('');
},
success:function(result){
//console.
log(result.
facebook.
total_count);
if(result != null || result != undefined || result != '')
{
$(".
social-fb-count").
html(result.
facebook.
total_count);
$(".
social-twitter-count").
html(result.
twitter);
}
else
{
$(".
social-fb-count").
html(0);
$(".
social-twitter-count").
html(0);
}
}
});
});





$(function() {
$('a#btnansweroriginal').
live('click', function(){
$.
ajax({
url: 'http://news.
kompas.
com/quiz/answer/',
type: 'post',
data: $('form#quiz_form').
serialize(),
success: function(result) {
$.
fancybox(result.
status);
}
});
return false;
});

$('#btnlogin').
live('click', function(){
var username = $('#username').
val();
var password = $('#password').
val();
$.
ajax({
url: 'http://news.
kompas.
com/quiz/login/',
type: 'post',
data: $('form#login_form').
serialize(),
success: function(result) {
if(result.
status == 1){
window.
location.
href = result.
output;
}else{
$.
fancybox(result.
output);
}
}
});
return false;
});

$("a#status_quiz").
fancybox({
"width" : '0',
"height" : '0',
"autoscale" : false,
"transitionin" : "none",
// "transitionout" : "none"
});
if(($("#tabbing_tabs").
length > 0)) {
var countries=new ddtabcontent("tabbing_tabs");
countries.
setpersist(true);
countries.
setselectedclasstarget("link");
countries.
init();
}
});









$(function() {
$("a.
fn_register").
fancybox ({
'width' : 700
, 'height' : 550
, 'autoscale' : true
, 'transitionin' : 'over'
, 'transitionout' : 'over'
, 'type' : 'iframe'
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
$('a.
fn_login').
fancybox({
'autoscale': true
, 'transitionin': 'over'
, 'transitionout': 'over'
, 'type': 'iframe'
, 'width': 330
, 'height': 300
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
});








var _gaq = _gaq || [];
_gaq.
push(['a.
_setaccount', 'ua-3374285-20']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['b.
_setaccount', 'ua-3374285-1']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['d.
_setaccount', 'ua-9341640-16']);
_gaq.
push(['d.
_setdomainname', 'auto']);
_gaq.
push(['d.
_setallowlinker', true]);
_gaq.
push(['d.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['d.
_trackpageloadtime']);


_gaq.
push(['c.
_setaccount', 'ua-3374285-8']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageloadtime']);


(function() {
var ga = document.
createelement('script'); ga.
type = 'text/javascript'; ga.
async = true;
ga.
src = ('https:' == document.
location.
protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.
google-analytics.
com/ga.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(ga, s);
})();





var _comscore = _comscore || [];
_comscore.
push({ c1: "2", c2: "8077308" });
(function() {
var s = document.
createelement("script"), el = document.
getelementsbytagname("script")[0]; s.
async = true;
s.
src = (document.
location.
protocol == "https:" ? "https://sb" : "http://b") + ".
scorecardresearch.
com/beacon.
js";
el.
parentnode.
insertbefore(s, el);
})();









//-1?'https://id-ssl':'http://id-cdn')
+unescape('.
effectivemeasure.
net/em.
js%22%3e%3c/script%3e'));
})();
//]]>








_atrk_opts = { atrk_acct:"ua8se1agtn00wa", domain:"kompas.
com",dynamic: true};
(function() { var as = document.
createelement('script'); as.
type = 'text/javascript'; as.
async = true; as.
src = " https://d31qbv1cthcecs.
cloudfront.
net/atrk.
js"; var s = document.
getelementsbytagname('script')[0];s.
parentnode.
insertbefore(as, s); })();











//





_atrk_opts = { atrk_acct:"ua8se1agtn00wa", domain:"kompas.
com",dynamic: true};
(function() { var as = document.
createelement('script'); as.
type = 'text/javascript'; as.
async = true; as.
src = " https://d31qbv1cthcecs.
cloudfront.
net/atrk.
js"; var s = document.
getelementsbytagname('script')[0];s.
parentnode.
insertbefore(as, s); })();









sumber: www[dot]kompas[dot]com

BNPB: Korban Tewas Banjir di DKI 11 Orang

Written By laso on Thursday, 17 January 2013 | 21:09




BNPB: Korban Tewas Banjir di DKI 11 Orang
BNPB: Korban Tewas Banjir di DKI 11 Orang





Detik banjir besar di jakarta menelan belasan korban jiwa. badan nasional penanggulangan bencana (bnpb) merilis 11 orang meninggal karena banjir ini."penduduk yang meninggal sampai dengan saat ini 11 orang," tutur kepala pusat data informasi dan humas bnpb sutopo dalam jumpa persnya di kantornya, jl juanda no 36, jakarta pusat, jumat (18/1/2013)korban tersebut berjatuhan sejak tanggal 15-17 januari 2013. korban meninggal karena berbagai macam sebab."sejak 15 januari hingga tadi malam karena kesetrum 5 orang, lansia yang sakit 4 orang, dan anak-anak 2 orang," jelasnya.berikut nama-nama korban tewas itu:1. untung kusnadi (82) warga kedoya, kebon jeruk. meninggal karena kedinginan dan sakit paru-paru2. lusiana (72), warga tambora, jakarta barat. menggigil di rumah, saat diselamatkan di posko kesehatan sudah meninggal.3. sugito (80), warga tambora, jakarta bara. terpeleset di rumahnya dan sakit jantung. 4. angga (13), warga grogol petamburan, jakarta barat. hanyut di sungai sekretaris. 5. mak inah (82), warga kampung pulo, jatinegara. sakit dan usia lanjut. 6. mujiyo (46), warga cengkareng, jakarta barat. kesetrum listrik. 7. muhamad haikal (2), warga cengkareng, jakarta barat. jatuh dari tempat tidur rumahnya yang terendam banjir 1 meter, ibunya sedang di dapur.8. solahuddin (35), warga kaibata pulo, pancoran, jakarta selatan. kesetrum listrik.9. wahyudi (26), warga pancoran glodok, taman sari jakarta barat. kesetrum listrik.10. raif anjar agasi (13), warga tanjung duren, jakarta barat. kesetrum listrik di rumahnya.11. masuriyah (50). kesetrum listrik di rumahnya kebanjiran. (gah/mad)
sumber: www.detik.com

Korupsi Rp 11 Miliar, Divonis 1 Tahun Penjara

Written By laso on Wednesday, 9 January 2013 | 02:07




Korupsi Rp 11 Miliar, Divonis 1 Tahun Penjara
Korupsi Rp 11 Miliar, Divonis 1 Tahun Penjara





pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor), papua barat, rabu (9/1/2013) menjatuhkan vonis satu tahun penjara kepada sekretaris daerah provinsi papua barat, marthen luther rumadas. vonis bagi terdakwa kasus korupsi dana bagi hasil minyak dan gas bumi senilai rp 11 miliar tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa dua tahun penjara. dalam pertimbangan ketua majelis hakim yang dipimpin hakim tarima saragih, rumadas dinyatakan bersalah atas kasus korupsi tersebut. fakta hukum selama proses persidangan mengungkap, rumadas melanggar pasal 3 jo pasal 18 undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi. sementara, hal yang memberatkan terdakwa, menurut hakim, dia melakukan tindakan melawan program pemerintah dalam memberantas korupsi. sedangkan, hal yang meringankan terdakwa adalah ia belum pernah dihukum dan sopan selama dalam persidangan. atas putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa, demianus waney, langsung mengajukan banding. sementara keluarga dan kerabat terdakwa yang tidak puas terhadap putusan tersebut, sempat mengajukan protes di luar persidangan. namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, setelah ditengahi oleh kerabat terdakwa lainnya. selain itu, di tempat terpisah, terdakwa lainnya mantan kadispenda papua barat, harun djitmau yang sebelumnya dituntut enam tahun penjara, dijatuhi vonis tiga tahun penjara, serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar rp 7,5 miliar.  atas putusan itu, harun menyatakan pikir-pikir. selama berlangsungnya proses persidangan, terhadap terdakwa korupsi ini, tidak kurang dari dua pleton tni-ad dan 150 personil dari mapolres manokwari bersenjata lengkap berjaga di kantor pengadilan negeri manokwari dan kejaksaan negeri manokwari, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.









editor :
sumber: www.kompas.com

Wali Murid SDN 11 Kebon Jeruk Kecewa RSBI Dibubarkan

Written By laso on Tuesday, 8 January 2013 | 23:59




Wali Murid SDN 11 Kebon Jeruk Kecewa RSBI Dibubarkan
Wali Murid SDN 11 Kebon Jeruk Kecewa RSBI Dibubarkan





Detik sistem rintisan sekolah bertaraf internasional (rsbi) di sekolah negeri dibubarkan oleh mahkamah konstitusi (mk). bagi orang tua siswa di sdn 11 kebon jeruk (rsbi), jakarta barat, merasa kecewa dengan dihapuskannya sistem belajar rsbi."programnya kan sudah bagus, kita kecewa dibubarkan. kalau balik lagi seperti zaman dulu, pelajaran bahasa inggrisnya kan dapat di smp," kata wali murid kelas i, yosi, kepada wartawan di sd 11 kebon jeruk, jalan raya kebon jeruk rt 3/13, rabu (9/1/2013).yosi mengatakan, sekolah sd yang sudah memiliki label rsbi tidak dipungut biaya spp lagi. namun wali murid diminta membayar donasi sebesar rp 210 ribu hanya untuk biaya english club.fitri, wali murid lain juga merasa kecewa dengan dihapuskannya sistem belajar rsbi."saya sengaja memasukan anak saya ke rsbi supaya dapat mutu lebih baik. baru sekolah satu semester, tapi rsbi nya sudah dihapus," ungkap fitri.seperti diketahui, mk menghapuskan rsbi yang berada di sekolah-sekolah pemerintah. menurut mk, rsbi bertentangan dengan uud 1945 dan bentuk liberalisasi pendidikan. (spt/asp)
sumber: www.detik.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger