Berita Terbaru
Showing posts with label AirAsia. Show all posts
Showing posts with label AirAsia. Show all posts

AirAsia Indonesia Tambah 4 Armada Pesawat

Written By laso on Friday, 2 August 2013 | 14:51




AirAsia Indonesia Tambah 4 Armada Pesawat
AirAsia Indonesia Tambah 4 Armada Pesawat





airasia indonesia berencana akan menambah empat pesawatnya, yang akan datang bertahap dari bulan agustus hingga desember 2013.
dengan adanya tambahan armada ini, perseroan menargetkan enam juta penumpang pada kuartal ii tahun ini.
pesawat yang akan dihadirkan airasia indonesia berjenis airbus a320.
satu unit pesawat akan datang pada periode agustus dan november, sementara dua pesawat lainnya akan datang pada desember 2013.
dengan adanya tambahan empat pesawat baru, airasia indonesia menargetkan bisa mengangkut 6 juta penumpang di semester ii ini, dari realisasi 7,5 juta penumpang pada tahun ini.
adapun jumlah pesawat air asia menjadi 29 jika sudah ditambah dengan pesawat baru itu.
"target kami tahun ini 7,5 juta penumpang, naik 80 persen-85 persen.
semester ii target kami 6 juta, karena ada tambahan pesawat," kata audrey progastama, communication manager air asia di jakarta, kamis (1/8/2013).
audrey menambahkan, pada periode 1 sampai 14 agustus, sudah ada beberapa penerbangan domestik maupun internasional dengan tingkat keterisian mencapai 100 persen terisi.
hal ini dikarenakan adanya arus mudik dan liburan.
"kami monitor, 1 sampai 14 agustus ada beberapa yang sudah 100 persen.
seperti jakarta-bali, jakarta-medan, jakara-makassar.
rata-rata keseluruhan 80 sampai 90 persen," ujarnya.













editor : bambang priyo jatmiko




























berita terkait

airasia indonesia mulai terbangi denpasar-darwin
pindah ke kualanamu, air asia siapkan buku panduan
kalah di ma, airasia bayar penumpang rp 50,8 juta







topik pilihan:



penertiban pkl di jakarta



pilgub jatim 2013



"anak jenderal" berulah



"serangan" baru nazaruddin



gebrakan jokowi-basuki



geliat politik jelang 2014










berita pilihan







basuki punya cara bikin pengendara masuk "busway" kapok













polisi selidiki "godfather" pasar tanah abang













komik ramadhan seru dan lucu dari the muslim show













pendukung muhammad mursi tolak hentikan unjuk rasa













dibuka ke publik, konsep pidato ratu inggris di era perang dingin









































































terpopuler + indeks




1
indonesia tidak akan jadi negara maju jika.
.
.






2
inilah 20 kawasan industri baru di indonesia





3
dirut merpati dipecat





4
rupiah tunggu sinyal the fed





5
ini lima permintaan hatta kepada freeport






















terbaru + indeks





airasia indonesia tambah 4 armada pesawat









bni berangkatkan 6.
000 pemudik









jelang libur panjang, ihsg dibuka menguat









4 perusahaan ri masuk kategori terbaik versi "forbes"









rupiah masih dibayangi pelemahan







































































(function(){
var ox_u = 'http://ads4.
kompasads.
com/new2/www/delivery/al.
php?zoneid=90&layerstyle=simple&align=center&valign=top&padding=0&closetime=30&padding=0&shifth=-8&shiftv=40&closebutton=t&nobg=t&noborder=t';
if (document.
context) ox_u += '&context=' + escape(document.
context);
document.
write("");
})();













































news
nasional
regional
megapolitan
internasional



olah raga
sains
edukasi
infografis
surat pembaca



ekonomi
bola
tekno
entertainment
otomotif
health



female
travel
properti
foto
video
forum






kompas gramedia digital group




grazera


kompasiana


kompaskarier.
com



midazz





scoop


urbanesia


gamesaku


makemac

















about us-
advertise-
policy-
pedoman media siber-
career-
contact us-
rss-
site map



©2008 - 2013 pt.
kompas cyber media (kompas gramedia digital group).
all rights reserved.


































!function(d,s,id){var js,fjs=d.
getelementsbytagname(s)[0];if(!d.
getelementbyid(id)){js=d.
createelement(s);js.
id=id;js.
src="https://platform.
twitter.
com/widgets.
js";fjs.
parentnode.
insertbefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");


window.
___gcfg = {
lang: 'id'
};
(function() {
var po = document.
createelement('script'); po.
type = 'text/javascript'; po.
async = true;
po.
src = 'https://apis.
google.
com/js/plusone.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(po, s);
})();




//







jquery(document).
ready(function ($) {
$("#putartbox").
kompasartbox({
siteno : "26",
sectionid : "565",
articleid : "1041335",
nameutm : "bisniskeuangan",
nameid : "sartbox",
prevpermalink : "2013/08/02/0947373.
xml"
});
$.
ajax({
type:'get',
url:'http://api.
sharedcount.
com/?url=http://bisniskeuangan.
kompas.
com/read/2013/08/02/0947373/airasia.
indonesia.
tambah.
4.
armada.
pesawat',
datatype:'json',
beforesend: function(){
$(".
social-fb-count").
html('');
$(".
social-twitter-count").
html('');
},
success:function(result){
//console.
log(result.
facebook.
total_count);
if(result != null || result != undefined || result != '')
{
$(".
social-fb-count").
html(result.
facebook.
total_count);
$(".
social-twitter-count").
html(result.
twitter);
}
else
{
$(".
social-fb-count").
html(0);
$(".
social-twitter-count").
html(0);
}
}
});
});








$(function() {
$("a.
fn_register").
fancybox ({
'width' : 700
, 'height' : 550
, 'autoscale' : true
, 'transitionin' : 'over'
, 'transitionout' : 'over'
, 'type' : 'iframe'
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
$('a.
fn_login').
fancybox({
'autoscale': true
, 'transitionin': 'over'
, 'transitionout': 'over'
, 'type': 'iframe'
, 'width': 330
, 'height': 300
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
});








var _gaq = _gaq || [];
_gaq.
push(['a.
_setaccount', 'ua-3374285-20']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['b.
_setaccount', 'ua-3374285-1']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['d.
_setaccount', 'ua-9341640-16']);
_gaq.
push(['d.
_setdomainname', 'auto']);
_gaq.
push(['d.
_setallowlinker', true]);
_gaq.
push(['d.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['d.
_trackpageloadtime']);


_gaq.
push(['c.
_setaccount', 'ua-3374285-9']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageloadtime']);

(function() {
var ga = document.
createelement('script'); ga.
type = 'text/javascript'; ga.
async = true;
ga.
src = ('https:' == document.
location.
protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.
google-analytics.
com/ga.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(ga, s);
})();






var _comscore = _comscore || [];
_comscore.
push({ c1: "2", c2: "8077308" });
(function() {
var s = document.
createelement("script"), el = document.
getelementsbytagname("script")[0]; s.
async = true;
s.
src = (document.
location.
protocol == "https:" ? "https://sb" : "http://b") + ".
scorecardresearch.
com/beacon.
js";
el.
parentnode.
insertbefore(s, el);
})();









//-1?'https://id-ssl':'http://id-cdn')
+unescape('.
effectivemeasure.
net/em.
js%22%3e%3c/script%3e'));
})();
//]]>








_atrk_opts = { atrk_acct:"ua8se1agtn00wa", domain:"kompas.
com",dynamic: true};
(function() { var as = document.
createelement('script'); as.
type = 'text/javascript'; as.
async = true; as.
src = " https://d31qbv1cthcecs.
cloudfront.
net/atrk.
js"; var s = document.
getelementsbytagname('script')[0];s.
parentnode.
insertbefore(as, s); })();

















sumber: www[dot]kompas[dot]com

AirAsia Akan Fokus di Thailand dan Indonesia

Written By laso on Sunday, 27 January 2013 | 20:39




AirAsia Akan Fokus di Thailand dan Indonesia
AirAsia Akan Fokus di Thailand dan Indonesia





setelah sukses di malaysia, maskapai airasia berhad dalam lima tahun ke depan akan memfokuskan diri di thailand dan indonesia. "di samping menjadi maskapai yang paling dominan dalam hal pangsa pasar dan profitabilitas di malaysia, kami juga mempertahankan kedisiplinan untuk tetap memaksimalkan pendapatan, modal, sumber daya manusia, serta meningkatkan jumlah penumpang, dan terus menekan biaya operasional," ujar chief executive officer grup airasia, tan sri dr. tony fernandes, senin (28/1/2013) dalam surat elektroniknya.setelah malaysia menjadi sumber penghasilan terbesar, kata tony, perhatian manajemen pun telah berpindah ke pangsa pasar utama lain yang berada di thailand dan indonesia ."kami perkirakan terdapat entitas laba yang akan menyaingi malaysia di masa yang datang. kami juga telah memenuhi janji dengan me mberikan perhatian utama kepada thailand, dan kini indonesia, karena kedua perusahaan afiliasi airasia di sana telah bergantung secara finansial pada neraca mereka sendiri," ujar tony.dalam tempo 10 tahun, grup airasia telah banyak berkembang. dari hanya menerbangkan 2 unit pesawat, kini airasia telah menjadi maskapai lcc terbesar di asia dengan 118 pesawat.airasia juga merupakan salah satu maskapai dengan keuntungan terbesar di asia. malaysia telah menjadi tempat berdirinya fondasi awal, dan kini airasia juga telah mendirikan fondasinya di thailand, indonesia, filipina dan jepang. "kami juga tengah fokus untuk mengembangkan airasia ke pasar yang lebih luas di filipina dan jepang. terobosan yang baru berjalan ini masih berada pada tahap awal dan masih berada di posisi yang memiliki potensi pertumbuhan yang maksimal. kami telah membentuk tim manajemen yang kuat, yang akan berbagi visi dan strategi guna mencapai eksistensi dominan seperti di malaysia, thailand, dan indonesia," ujar tony. kurang tiga jam
sumber: www.kompas.com

YLKI Apresiasi MA Hukum AirAsia Rp 50 Juta, Konsumen Harus Cerdas

Written By laso on Wednesday, 2 January 2013 | 17:36




YLKI Apresiasi MA Hukum AirAsia Rp 50 Juta, Konsumen Harus Cerdas
YLKI Apresiasi MA Hukum AirAsia Rp 50 Juta, Konsumen Harus Cerdas





Detik yayasan lembaga konsuman indonesia (ylki) memberikan apresiasi terhadap mahkamah agung (ma) yang menghukum airasia membayar kerugian penumpang akibat pembatalan penerbangan. namun konsumen diminta cerdas dalam menggugat khususnya membuktikan kerugian immateril yang dialami."putusan itu bisa dikatakan benar karena peraturan menteri perhubungan (permenhub) jumlah ganti ruginya sangat minim," kata pengurus harian yayasan lembaga konsumen indonesia (ylki), tulus abadi saat berbincang dengan detikcom, kamis (3/1/2013).bagi tulus, kerugian yang diberikan dalam permenhub adalah konpensasi materiil. sedangkan kerugian immateril dijamin dalam permenhub bernomor pm 77/2011 tentang tanggung jawab pengangkut udara yang disahkan pada ada 8 agustus 2011 itu."bagaimana jika akibat keterlambatan penerbangan mengakibatkan kerugian immateriil? disinilah penumpang bisa menggugat," jelasnya.namun tulus buru-buru memberikan warning. dalam menggugat kerugian immateriil konsumen harus cerdas dalam mengukur apa saja kerugian yang dimaksud. "kerugian immateril itu tetap harus rasional. terukur dan bisa dibuktikan," terang alumnus universitas jenderal soedirman (unsoed), purwokerto ini.seperti diketahui, kasus ini bermula saat boedi mendapat undangan untuk menjadi pembicara seminat di yogyakarta pada 12 desember 2008.untuk memenuhi undangan tersebut, boedi memesan dan membeli tiket pesawat dengan jadwal penerbangan 12 desember 2008 pukul 06.00 wib dari jakarta menuju yogyakarta dengan nomor penerbangan qz 7340. boedi juga membeli tiket pulang pada 14 desember 2008 pukul 16.32 wib dari yogyakarta menuju jakarta dengan nomor penerbangan qz 7345.tanggal 11 desember 2008 pukul 14.00 wib, boedi menerima sms dari airasia yang berisi "airasia: your flight qz7340 cgk-jog 12dec08 at 06.00 moved to qz7344 at 15.05, info call 021-50505088. sorry for the incovenience causes. thank you sender: airasia." dengan adanya pembatalan tersebut, agenda boedi menjadi terkendala karena boedi menggunakan transportasi lain dengan mendadak.atas pembatalan sepihak ini, boedi menggugat airasia dan dikabulkan oleh pengadilan negeri (pn) tangerang pada 2 februari 2010. tidak terima, airasia mengajukan banding tetapi pengadilan tinggi (pt) jakarta pada 18 oktober 2010 menguatkan vonis pn tangerang. airasia lalu mengambil perlawanan hukum terakhir ke ma tetapi kandas."kalau gugatan immaterilnya rp 50 juta, saya pikir masih rasional. wajar jika ma mengabulkan," papar tulus.airasia menghormati putusan ma tersebut dan akan mematuhi hukum di indonesia. "kami akan membahasnya terlebih dahulu dengan tim kuasa hukum. namun pada prinsipnya kami akan mengikuti proses hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," communications manager pt indonesia airasia audrey progastama petriny, kepada detikcom, rabu (2/1/2013). (asp/rmd)
sumber: www.detik.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger