Berita Terbaru
Showing posts with label BBM. Show all posts
Showing posts with label BBM. Show all posts

Jelang Kenaikan Harga BBM, SPBU di Semarang Dijaga Aparat Bersenjata

Written By laso on Friday, 21 June 2013 | 17:29




Jelang Kenaikan Harga BBM, SPBU di Semarang Dijaga Aparat Bersenjata
Jelang Kenaikan Harga BBM, SPBU di Semarang Dijaga Aparat Bersenjata





sebanyak 68 spbu di kota semarang dijaga ketat oleh polri dan tni menjelang kenaikan harga bbm bersubsidi yang rencananya akan dilakukan malam nanti. selain untuk mengantisipasi adanya unjuk rasa, kegiatan itu dilakukan untuk mencegah panic buying.kapolsek semarang barat kompol yani permana mengatakan di wilayahnya ada 6 spbu yang dijaga ketat oleh 5-10 personel bersenjata. sistem yang dilakukan tidak hanya stand by, tapi juga patroli untuk mencegah adanya penimbunan."personel kami rolling setiap hari. melihat gejolak yang mungkin terjadi, penjagaan dilakukan dengan stand by di spbu dan patroli, jadi tercover 24 jam," kata yani permana saat ditemui di kantornya, mapolsek semarang barat, jumat (21/6/2013).penjagaan tersebut akan terus dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. oleh sebab itu, kapolsek semarang barat beserta jajaran melakukan doa bersama agar penjagaan berjalan lancar."dengan situasi negara seperti ini, tidak hanya fisik tapi moral juga kita siapkan. semoga pengamanan beralan lancar," tandasnya.di sejumlah spbu di kota semarang belum terlihat adanya lonjakan jumlah pembeli menjelang kenaikan harga bbm. pengawas spbu pamularsih semarang, ratno mengatakan, diprediksi peningkatan jumlah pembeli akan terjadi nanti malam. meski demikian, pihaknya yakin tidak akan kekurangan stock bbm karena sudah ditingkatkan 20%."biasanya 20 ton, sejak lima hari yang lalu ditingkatkan menjadi 24 ton," ujarnya.untuk mencegah adanya modus penimbunan, ratno selaku pengawas dibantu aparat yang berjaga akan memantau jika ada kendaraan yang sengaja dimodifikasi untuk tujuan penimbunan bbm."jika ada yang dicurigai akan kita laporkan ke pihak berwajib. namun sampai saat ini belum ada," pungkas ratno."untuk pembelian menggunakan jerigen jelas tidak akan kami layani," imbuhnya.68 spbu di semarang dijaga ketat oleh setidaknya 340 anggota tni/polri untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti unjuk rasa ataupun panic buying menjelang kenaikan harga bbm.ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "reportase sore", pukul 16.30 wib, hanya di trans tv (alg/try)
sumber: www[dot]detik[dot]com

Apindo: Sudah Saatnya Harga BBM Naik

Written By laso on Wednesday, 19 June 2013 | 02:51




Apindo: Sudah Saatnya Harga BBM Naik
Apindo: Sudah Saatnya Harga BBM Naik





di tengah maraknya aksi penolakan terhadap kebijakan kenaikan bahan bakar minyak (bbm) di berbagai daerah, para pengusaha yang tergabung dalam asosiasi pengusaha indonesia (apindo) kota magelang, justru menyambut baik kebijakan pemerintah itu.
edi sutrisno, ketua apindo kota magelang menilai, harga bbm memang sudah saatnya naik.
hal itu mengingat makin membengkaknya biaya subsidi bbm dan menipisnya cadangan minyak bumi.
"secara umum para pengusaha setuju atas kenaikan harga itu.
akan tetapi, kami juga meminta pemerintah agar ada langkah yang tepat pascakenaikan itu.
terutama, untuk meredam terjadinya gejolak yang berlebihan akibat kenaikan itu," ujarnya selasa (18/6/2013).
dikatakan edi, pemerintah juga diharuskan terus memperbaiki infrastruktur di tiap daerah.
misalnya, akses jalan, jaringan listrik, dan dukungan terhadap peningkatan geliat industri.
"kalau infrastruktur masih jelek, biaya yang ditanggung masyarakat akan terus membesar," kata edi yang juga anggota dprd kota magelang.
dengan tegas, edi menyatakan, bantuan langsung sementara masyarakat (blsm) sebagai kompensasi dikuranginya subsidi(bbm) harus tepat sasaran.
"sehingga, tidak memunculkan masalah baru di kemudian hari seperti pengalaman sebelum-sebelumnya," imbuh edi.
menurut edi, blsm jadi salah satu pintu tindak kriminal.
namun potensi tindakan tersebut harus bisa diantisipasi dengan sistem penyaluran yang baik dari hulu ke hilir.
"kami khawatir akan terjadi dampak sosial yang tidak kecil apabila penyaluran blsm buruk," tandas edi.
berbeda dengan ketua klaster karya bogata kota magelang, hasanuddin yang mengaku, kenaikan bbm justru semakin memberatkan para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (umkm).
kondisi ini diperparah dengan tarif tdl listrik juga sudah lebih dulu naik.
"saat tdl naik, beban biaya kami makin besar.
lah, sekarang harga bbm dinaikan, ya jelas akan bertambah berat," keluh hasanudin.












editor : glori k.
wadrianto









ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
harga bbm naik












berita terkait

apindo: sudah saatnya harga bbm naik
polisi tembakkan gas air mata bubarkan demo mahasiswa di jalan diponegoro
pasokan telat, antrean kendaraan di spbu mengular
blsm mulai dibagikan akhir bulan ini
tifatul: kesepakatan di lembang, pks dukung blsm
demo bbm, puluhan mahasiswa tutup sebagian jalan diponegoro








topik pilihan:



harga bbm naik



pks versus koalisi



piala konfederasi 2013



wartawan tertembak dalam demo bbm



gebrakan jokowi-basuki



pemerintah amerika sadap warganya











berita pilihan







bmkg: selat malaka ditutupi kabut asap













larangan freon dimulai akhir 2013













kapan harga bbm naik?













3 bahan makanan yang bikin ramping













para ayah kini bisa tahu rasanya hamil










































































terpopuler + indeks




1
haruskah harga bbm naik?





2
banggar kritik 3 fraksi yang menolak kenaikan bbm





3
di atas kertas, harga bbm naik





4
harga bbm naik, ongkos transportasi melonjak





5
lebih menguntungkan, pln pilih impor listrik dari malaysia






















terbaru + indeks





apindo: sudah saatnya harga bbm naik









jika tak dilepas, telkomvision bebani telkom









iringi pertemuan the fed, wall street dibuka bergairah









pegadaian tawarkan obligasi rp 2 triliun









ajakan bersama membantu merpati nusantara







































































var ox_u = 'http://ads4.
kompasads.
com/new2/www/delivery/al.
php?zoneid=90&layerstyle=simple&align=center&valign=top&padding=0&closetime=30&padding=0&shifth=-8&shiftv=40&closebutton=t&nobg=t&noborder=t';
if (document.
context) ox_u += '&context=' + escape(document.
context);
document.
write("");


















[x] close










(function() {
var pxl = document.
createelement('img');
pxl.
async = true;
pxl.
src = 'http://t.
grazera.
com/track.
php?p=i0jpc25pcybkyw4gs2v1yw5nyw4jrwtvbm9tasmveg1slziwmtmvmdyvmtgvmje0nta0njiueg1si2h0dha6ly9iaxnuaxnrzxvhbmdhbi5rb21wyxmuy29tl3jlywqveg1slziwmtmvmdyvmtgvmje0nta0njivqxbpbmrvoi5tdwrhac5tywf0bnlhlkhhcmdhlkjcts5oywlrize2';
pxl.
width = 1;
pxl.
height = 1;
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0];
s.
parentnode.
insertbefore(pxl, s);
})();


















news





ekonomi


bola


tekno


entertainment


otomotif


health


female


travel


properti


foto


video


forum


kompasiana




















about


advertise with us
policy
site map
career
contact us
pedoman media siber


©2008 - 2013 pt.
kompas cyber media.
all rights reserved.



























































!function(d,s,id){var js,fjs=d.
getelementsbytagname(s)[0];if(!d.
getelementbyid(id)){js=d.
createelement(s);js.
id=id;js.
src="https://platform.
twitter.
com/widgets.
js";fjs.
parentnode.
insertbefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");


window.
___gcfg = {
lang: 'id'
};
(function() {
var po = document.
createelement('script'); po.
type = 'text/javascript'; po.
async = true;
po.
src = 'https://apis.
google.
com/js/plusone.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(po, s);
})();




//







jquery(document).
ready(function ($) {
$("#putartbox").
kompasartbox({
siteno : "1",
sectionid : "16",
articleid : "1034908",
nameutm : "bisniskeuangan",
nameid : "sartbox",
prevpermalink : "2013/06/18/21450462.
xml"
});
$.
ajax({
type:'get',
url:'http://bisniskeuangan.
kompas.
com/read/socmed_count?u=http://bisniskeuangan.
kompas.
com/read/2013/06/18/21450462/apindo:.
sudah.
saatnya.
harga.
bbm.
naik',
beforesend: function(){
$(".
social-fb-count").
html('');
$(".
social-twitter-count").
html('');
},
success:function(result){
$(".
social-fb-count").
html(result.
facebook);
$(".
social-twitter-count").
html(result.
tweet);
}
})
});









$(document).
ready(function(){
function getnewhref(link) {
return 'http://'+link;
}
$('a#menuleft, a.
menunews, a#url, a#titlerubrikin, a#readmorerubrik, a.
url').
each(function(){
var valhref = $(this).
attr('href');
var remxml = valhref.
replace('/xml/','/');
var rephttp = remxml.
replace('http://','');
var x = getnewhref(rephttp);
$(this).
attr('href', x);
});
});





$(function() {
$("a.
fn_register").
fancybox ({
'width' : 700
, 'height' : 550
, 'autoscale' : true
, 'transitionin' : 'over'
, 'transitionout' : 'over'
, 'type' : 'iframe'
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
$('a.
fn_login').
fancybox({
'autoscale': true
, 'transitionin': 'over'
, 'transitionout': 'over'
, 'type': 'iframe'
, 'width': 330
, 'height': 300
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
});



$(function(){

var bg_link = function(){

this.
init();
};
///////// variabel data ////// rubah disini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
///////////////
bg_link.
prototype.
data = {
height_left :650,
height_right : 650,
width_materi : 100
};
bg_link.
prototype.
go = function(){
var brw = $(window).
width();
var mdw = $('div#themeslink').
width();

var tinggi = 0;
var btnheight = $('.
closeskin').
height();
var height_l = this.
data.
height_left;
var height_r = this.
data.
height_right;
var width_materi = this.
data.
width_materi;
if(brw < mdw) var xw = 0
else
var xw = (brw - mdw)/2 - 8;

$('#left_tl span a').
css({'width' : width_materi + "px",'height' : height_l + "px",'display' : 'block', 'overflow' : 'hidden'});
$('#right_tl span a').
css({'width' : width_materi + "px", 'height' : height_r + "px",'display' : 'block', 'overflow' : 'hidden'});
$('.
closeskin').
css({ 'right': -width_materi-2,'display':'block','top':-btnheight+22});
$('#themeslink #fixed #left_tl').
css({'right': width_materi+5, 'top':-tinggi, 'display' : 'block'});
$('#themeslink #fixed #right_tl').
css({'left' : 5, 'top':-tinggi, 'display' : 'block'});
//console.
log("brw = " + brw + " mdw = " + mdw + " xw = " + xw );
};
bg_link.
prototype.
reset = function(){
$('#left_tl span a').
css('display','none');
$('#right_tl span a').
css('display','none');
$('.
closeskin').
css('display','none');
};
bg_link.
prototype.
detect = function(){
return 1;
};
bg_link.
prototype.
detectresize = function(){
var brw = $(window).
width();
var mdw = $('div#themeslink').
width() + ($('.
closeskin').
width()*2);
if(brw > mdw) return 1
else
return 0;
}
bg_link.
prototype.
setcookie = function(){

var lama = 15;//15 menit
var lama_mldetik = lama * 60 * 1000;
var sekarang = new date();
var expirationdate = new date(sekarang.
gettime() + lama_mldetik);
var expiration = expirationdate.
togmtstring();
document.
cookie = "hide_skin_ads = 1;expires ="+ expiration;

}
bg_link.
prototype.
init = function(){
var self = this;
$(window).
load(function(){

if(self.
detectresize()){
self.
go();
}else{
$('.
closeskin').
css('display','none');
}

});
$(window).
resize(function(){
if(self.
detect()){
if(self.
detectresize()){
self.
go();
}else{
$('.
closeskin').
css('display','none');
}
}else{
self.
reset();
};
});

$('.
closeskin').
click(function(){
self.
reset();
$('#themeslink').
remove();

self.
setcookie();
});
};
new bg_link();

});



(function() {
var pxl = document.
createelement('img');
pxl.
async = true;
pxl.
src = 'http://t.
grazera.
com/track.
php?p=i0jpc25pcybkyw4gs2v1yw5nyw4jrwtvbm9tasmveg1slziwmtmvmdyvmtgvmje0nta0njiueg1si2h0dha6ly9iaxnuaxnrzxvhbmdhbi5rb21wyxmuy29tl3jlywqveg1slziwmtmvmdyvmtgvmje0nta0njivqxbpbmrvoi5tdwrhac5tywf0bnlhlkhhcmdhlkjcts5oywlrize2';
pxl.
width = 1;
pxl.
height = 1;
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0];
s.
parentnode.
insertbefore(pxl, s);
})();




var _gaq = _gaq || [];
_gaq.
push(['a.
_setaccount', 'ua-3374285-20']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['b.
_setaccount', 'ua-3374285-1']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['d.
_setaccount', 'ua-9341640-16']);
_gaq.
push(['d.
_setdomainname', 'auto']);
_gaq.
push(['d.
_setallowlinker', true]);
_gaq.
push(['d.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['d.
_trackpageloadtime']);


_gaq.
push(['c.
_setaccount', 'ua-3374285-9']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageloadtime']);

(function() {
var ga = document.
createelement('script'); ga.
type = 'text/javascript'; ga.
async = true;
ga.
src = ('https:' == document.
location.
protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.
google-analytics.
com/ga.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(ga, s);
})();












sumber: www[dot]kompas[dot]com

PKS Tolak Kenaikan BBM, Golkar Serahkan Nasib Tifatul Cs ke SBY

Written By laso on Tuesday, 18 June 2013 | 11:59




PKS Tolak Kenaikan BBM, Golkar Serahkan Nasib Tifatul Cs ke SBY
PKS Tolak Kenaikan BBM, Golkar Serahkan Nasib Tifatul Cs ke SBY





ketua fraksi partai golkar (pg) setya novanto berbicara soal nasib tiga menteri pks yang kini masih bercokol di kabinet. soalnya, pks masih saja menolak kenaikan bbm."kita serahkan kepada kebijakan presiden, dan kita serahkan keputusan terkait tiga menteri itu kepada pks," ujarnya kepada detikcom usai rapat paripurna di gedung dpr, senayan, jakarta, senin (17/6/2013).setya menyatakan, partai-partai yang menolak kenaikan bbm dan apbn-p 2013 sudah cukup diberi keleluasaan saat rapat paripurna. kini, semua tinggal menerima hasil voting yang menghantarkan pengesahan apbn-p tersebut."semua sudah selesai dengan baik sesuai harapan semua. dan yang menolak juga sudah diberi keleluasaan," katanya.dpr-ri telah menyetujui apbn perubahan 2013 (apbn-p) yang diajukan oleh pemerintah dalam sidang paripurna malam ini.artinya pemerintah sudah bisa menaikkan harga bbm bersubsidi, berikut mengucurkan dana kompensasinya.ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "reportase sore", pukul 16.30 wib, hanya di trans tv (dnu/jor)
sumber: www[dot]detik[dot]com

PKS Hargai Hasil Paripurna BBM




PKS Hargai Hasil Paripurna BBM
PKS Hargai Hasil Paripurna BBM





sekretaris fraksi partai keadilan sejahtera (pks) abdul hakim menanggapi pengesahan apbn perubahan 2013 dengan bersikap bijak.
menurutnya keputusan itu diambil melalui proses yang baik terlepas hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diperjuangkan partainya.
"kami disumpah untuk memperjuangkan kosntituen kami.
terlepas apa hasilnya, itu merupakan proses demokrasi, telah dilakukan di dpr ini, dan keputusan diambil.
kami hargai," kata hakim, seusai mengikuti rapat paripurna pengesahan apbnp, di gedung parlemen, jakarta, senin (17/6/2013) malam.
mengenai posisi bersama koalisi dan kelangsungan para menteri asal pks di kabinet, hakim menyerahkannya pada presiden susilo bambang yudhoyono.
menurut dia, hal itu sesuai kontrak koalisi, di mana presiden memiliki hak prerogatif untuk mengambil keputusan tentang kedua topik itu.
apbn-p 2013 akhirnya disahkan melalui sidang paripurna yang alot di dpr.
lima fraksi menyatakan mendukung, yakni fraksi demokrat, fraksi pkb, fraksi ppp, fraksi pan, dan fraksi partai golkar.
kelima fraksi itu memperoleh 338 suara dalam voting.
sementara empat fraksi lainnya, yakni fraksi hanura, fraksi gerindra, fraksi pks, dan fraksi pdi perjuangan menyatakan penolakannya.
keempat fraksi itu memperoleh 181 suara.












editor : palupi annisa auliani





















ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
harga bbm naik















berita terkait

pks hargai hasil paripurna bbm
pks hargai hasil paripurna bbm
pdi-p: kalah voting, menang bela rakyat
pasang surut kehadiran anggota dpr di paripurna bbm
polisi tembakkan gas air mata ke dalam kampus uki
gas air mata bubarkan demonstrasi mahasiswa uki







topik pilihan:



harga bbm naik



pks versus koalisi



piala konfederasi 2013



wartawan tertembak dalam demo bbm



gebrakan jokowi-basuki



maradona ke indonesia











baca juga







rp 155 m untuk lumpur lapindo masuk rapbn-p 2013













syarief hasan: satu kali kau sakiti, masih ku maafkan.
.
.














jokowi pastikan perbaikan pompa air ancol selesai akhir pekan













udang purba itu tinggal dua ekor













katak baru sebesar kuku ditemukan di bali


















































googletag.
display('div-gpt-ad-642297387297694802-2');





























terpopuler + indeks




1
aktris senior ully artha meninggal dunia





2
kantor jokowi dipenuhi mobil pengunjung prj monas





3
lorenzo juara, korban berjatuhan di catalunya





4
arab saudi sarankan jamaah tunda rencana haji tahun ini





5
ully artha sempat dirawat di icu rspad gatot soebroto























terbaru + indeks





pks hargai hasil paripurna bbm









pdi-p: kalah voting, menang bela rakyat









pasang surut kehadiran anggota dpr di paripurna bbm









tolak bbm, pks dicemooh partai koalisi









tifatul: penolakan pkb hanya di opini































































































(function() {
var pxl = document.
createelement('img');
pxl.
async = true;
pxl.
src = 'http://t.
grazera.
com/track.
php?p=amfryxj0ysxiym07igrwcjsgcgfyaxb1cm5hoybwa3msi05hc2lvbmfsi05hc2lvbmfsiy94bwwvmjaxmy8wni8xoc8wntuxmdm2os54bwwjahr0cdovl25hc2lvbmfslmtvbxbhcy5jb20vcmvhzc94bwwvmjaxmy8wni8xoc8wntuxmdm2os9qs1musgfyz2fplkhhc2lsllbhcmlwdxjuys5cqk0jmq==';
pxl.
width = 1;
pxl.
height = 1;
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0];
s.
parentnode.
insertbefore(pxl, s);
})();



















news





ekonomi


bola


tekno


entertainment


otomotif


health


female


travel


properti


foto


video


forum


kompasiana






















about


advertise with us
policy
site map
career
contact us
pedoman media siber





©2008 - 2013 pt.
kompas cyber media.
all rights reserved.






































































!function(d,s,id){var js,fjs=d.
getelementsbytagname(s)[0];if(!d.
getelementbyid(id)){js=d.
createelement(s);js.
id=id;js.
src="https://platform.
twitter.
com/widgets.
js";fjs.
parentnode.
insertbefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");


window.
___gcfg = {
lang: 'id'
};
(function() {
var po = document.
createelement('script'); po.
type = 'text/javascript'; po.
async = true;
po.
src = 'https://apis.
google.
com/js/plusone.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(po, s);
})();




//



$(function() {
var c = true;
$("#mykompas_like").
click(function () {
if (c) {
var n = $(this);
$("#myk-err").
remove();
if (! $("a#myk-ldr").
length) {
n.
parent().
append(' ')
}
c = false;
$.
getjson("http://" + document.
domain + "/services/mykompas/like/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&jsoncallback=?", function (p) {
if (p && p.
status == 1) {
n.
parents("div:eq(0)").
html(' berita telah terpilih')
} else {
$("#myk-ldr").
remove();
var o = ' proses gagal, coba kembali';
n.
parent().
append(o)
}
c = true;
$("#myk-ldr").
remove()
})
}
return false;
});
$(".
twitter-share-button").
load(function () {
$(this).
contents().
find(".
btn").
live("click", function () {
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareontwitter/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
});
fb.
event.
subscribe('edge.
create', function(response) {
console.
log(response);
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareonfacebook/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + response + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
});






jquery(document).
ready(function ($) {
$("#putartbox").
kompasartbox({
siteno : "1",
sectionid : "1",
articleid : "1034405",
nameutm : "nasional",
nameid : "sartbox",
prevpermalink : "2013/06/18/05510369.
xml"
});
});





$(function() {
$('a#btnansweroriginal').
live('click', function(){
$.
ajax({
url: 'http://news.
kompas.
com/quiz/answer/',
type: 'post',
data: $('form#quiz_form').
serialize(),
success: function(result) {
$.
fancybox(result.
status);
}
});
return false;
});

$('#btnlogin').
live('click', function(){
var username = $('#username').
val();
var password = $('#password').
val();
$.
ajax({
url: 'http://news.
kompas.
com/quiz/login/',
type: 'post',
data: $('form#login_form').
serialize(),
success: function(result) {
if(result.
status == 1){
window.
location.
href = result.
output;
}else{
$.
fancybox(result.
output);
}
}
});
return false;
});

$("a#status_quiz").
fancybox({
"width" : '0',
"height" : '0',
"autoscale" : false,
"transitionin" : "none",
// "transitionout" : "none"
});
// var countries=new ddtabcontent("tabbing_tabs");
// countries.
setpersist(true);
// countries.
setselectedclasstarget("link");
// countries.
init();
});









$(document).
ready(function(){
function getnewhref(link) {
return 'http://'+link;
}
$('a#menuleft, a.
menunews, a#url, a#titlerubrikin, a#readmorerubrik, a.
url').
each(function(){
var valhref = $(this).
attr('href');
var remxml = valhref.
replace('/xml/','/');
var rephttp = remxml.
replace('http://','');
var x = getnewhref(rephttp);
$(this).
attr('href', x);
});
});



$(function() {
$("a.
fn_register").
fancybox ({
'width' : 700
, 'height' : 550
, 'autoscale' : true
, 'transitionin' : 'over'
, 'transitionout' : 'over'
, 'type' : 'iframe'
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
$('a.
fn_login').
fancybox({
'autoscale': true
, 'transitionin': 'over'
, 'transitionout': 'over'
, 'type': 'iframe'
, 'width': 330
, 'height': 300
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
});


$(function(){

var bg_link = function(){

this.
init();
};
///////// variabel data ////// rubah disini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
///////////////
bg_link.
prototype.
data = {
height_left :650,
height_right : 650,
width_materi : 100
};
bg_link.
prototype.
go = function(){
var brw = $(window).
width();
var mdw = $('div#themeslink').
width();

var tinggi = 0;
var btnheight = $('.
closeskin').
height();
var height_l = this.
data.
height_left;
var height_r = this.
data.
height_right;
var width_materi = this.
data.
width_materi;
if(brw < mdw) var xw = 0
else
var xw = (brw - mdw)/2 - 8;

$('#left_tl span a').
css({'width' : width_materi + "px",'height' : height_l + "px",'display' : 'block', 'overflow' : 'hidden'});
$('#right_tl span a').
css({'width' : width_materi + "px", 'height' : height_r + "px",'display' : 'block', 'overflow' : 'hidden'});
$('.
closeskin').
css({ 'right': -width_materi-2,'display':'block','top':-btnheight+22});
$('#themeslink #fixed #left_tl').
css({'right': width_materi+5, 'top':-tinggi, 'display' : 'block'});
$('#themeslink #fixed #right_tl').
css({'left' : 5, 'top':-tinggi, 'display' : 'block'});
//console.
log("brw = " + brw + " mdw = " + mdw + " xw = " + xw );
};
bg_link.
prototype.
reset = function(){
$('#left_tl span a').
css('display','none');
$('#right_tl span a').
css('display','none');
$('.
closeskin').
css('display','none');
};
bg_link.
prototype.
detect = function(){
return 1;
};
bg_link.
prototype.
detectresize = function(){
var brw = $(window).
width();
var mdw = $('div#themeslink').
width() + ($('.
closeskin').
width()*2);
if(brw > mdw) return 1
else
return 0;
}
bg_link.
prototype.
setcookie = function(){

var lama = 15;//15 menit
var lama_mldetik = lama * 60 * 1000;
var sekarang = new date();
var expirationdate = new date(sekarang.
gettime() + lama_mldetik);
var expiration = expirationdate.
togmtstring();
document.
cookie = "hide_skin_ads = 1;expires ="+ expiration;

}
bg_link.
prototype.
init = function(){
var self = this;
$(window).
load(function(){

if(self.
detectresize()){
self.
go();
}else{
$('.
closeskin').
css('display','none');
}

});
$(window).
resize(function(){
if(self.
detect()){
if(self.
detectresize()){
self.
go();
}else{
$('.
closeskin').
css('display','none');
}
}else{
self.
reset();
};
});

$('.
closeskin').
click(function(){
self.
reset();
$('#themeslink').
remove();

self.
setcookie();
});
};
new bg_link();

});




(function() {
var pxl = document.
createelement('img');
pxl.
async = true;
pxl.
src = 'http://t.
grazera.
com/track.
php?p=amfryxj0ysxiym07igrwcjsgcgfyaxb1cm5hoybwa3msi05hc2lvbmfsi05hc2lvbmfsiy94bwwvmjaxmy8wni8xoc8wntuxmdm2os54bwwjahr0cdovl25hc2lvbmfslmtvbxbhcy5jb20vcmvhzc94bwwvmjaxmy8wni8xoc8wntuxmdm2os9qs1musgfyz2fplkhhc2lsllbhcmlwdxjuys5cqk0jmq==';
pxl.
width = 1;
pxl.
height = 1;
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0];
s.
parentnode.
insertbefore(pxl, s);
})();





var _gaq = _gaq || [];
_gaq.
push(['a.
_setaccount', 'ua-3374285-20']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['b.
_setaccount', 'ua-3374285-1']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['d.
_setaccount', 'ua-9341640-16']);
_gaq.
push(['d.
_setdomainname', 'auto']);
_gaq.
push(['d.
_setallowlinker', true]);
_gaq.
push(['d.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['d.
_trackpageloadtime']);


_gaq.
push(['c.
_setaccount', 'ua-3374285-5']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageloadtime']);


(function() {
var ga = document.
createelement('script'); ga.
type = 'text/javascript'; ga.
async = true;
ga.
src = ('https:' == document.
location.
protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.
google-analytics.
com/ga.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(ga, s);
})();









//









sumber: www[dot]kompas[dot]com

Soal Harga BBM, DPR Tunggu Sikap Resmi Pemerintah

Written By laso on Tuesday, 30 April 2013 | 17:51




Soal Harga BBM, DPR Tunggu Sikap Resmi Pemerintah
Soal Harga BBM, DPR Tunggu Sikap Resmi Pemerintah





dewan perwakilan rakyat masih menunggu sikap resmi dari pemerintah terkait rencana kenaikan bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi.
dpr tidak akan membahas rencana kenaikan harga bbm bersubsidi hingga pemerintah mengumumkan secara resmi.
"yang jelas kami menunggu pengumuman secara resmi dari pemerintah mengenai rencana kenaikan, dan setelah itu tentunya bagaimana sikap dari fraksi-fraksi akan menyikapi itu setelah ada kenaikan," ujar wakil ketua dpr pramono anung, di kompleks parlemen, selasa (30/4/2013).
pramono menjelaskan, jika dpr sudah mengambil sikap, tetapi pemerintah batal menaikkan harga bbm bersubsidi, akan membingungkan.
"prinsipnya nunggu pengumuman," ujar politisi pdi perjuangan ini.
wakil ketua dpr sohibul iman juga berpendapat sama.
menurutnya, dpr tak akan menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat terkait wacana kenaikan harga bbm ini.
"ya, kami menunggu sikap resmi pemerintah.
kami tidak ingin terus berwacana, kasihan rakyat bingung," kata sohibul.
seperti diberitakan, pemerintah akan membuat kebijakan satu harga bbm.
angka kenaikan masih dihitung.
hanya saja, dipastikan harga baru nantinya di bawah rp 6.
500 per liter.
sistem dua harga bbm dinilai akan sulit ketika diimplementasikan.
jika diterapkan satu harga, pemerintah akan memberikan kompensasi untuk rakyat miskin yang terkena imbas kenaikan harga bbm, salah satunya dalam bentuk uang tunai.
anggaran untuk berbagai program yang sudah ada seperti beras miskin dan beasiswa akan ditambah.









editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com

Insentif BBM Terlalu Besar

Written By laso on Monday, 29 April 2013 | 14:21




Insentif BBM Terlalu Besar
Insentif BBM Terlalu Besar





selama ini pemerintah cenderung memberikan insentif yang besar untuk bahan bakar minyak daripada untuk riset menemukan inovasi pengolahan energi terbarukan.
alokasi dana penelitian indonesia hanya sekitar 0,1 persen dari produk domestik bruto.
”saya hampir putus asa memperjuangkan riset energi terbarukan.
yang membuat saya bertahan, karena saya masih mencintai indonesia,” kata tatang hernas soerawidjaja seusai kuliah inaugurasi anggota baru komisi ilmu rekayasa akademi ilmu pengetahuan indonesia, sabtu (27/4/2013), di bogor, jawa barat.
selama 50 tahun, kata tatang, pemerintah terus-menerus memberikan subsidi bagi ketersediaan bahan bakar minyak (bbm).
padahal, kini ketersediaannya makin terbatas.
”itu ibaratnya seperti memberi beasiswa sekolah untuk orang uzur.
kini saatnya insentif dialokasikan untuk mendorong penemuan energi terbarukan, bahan bakar nabati misalnya,” tutur tatang.
menurut tatang, alokasi dana penelitian indonesia kalah dengan thailand, yaitu 0,25 persen dari produk domestik bruto (pdb), malaysia 0,6 persen, dan singapura 3 persen.
”idealnya, untuk negara berkekayaan alam besar seperti indonesia, alokasi dana sebaiknya seperti malaysia yang pada fase-fase awal sudah mulai memadai,” kata tatang.
tatang mengatakan, kewajiban pemerintah adalah meningkatkan daya beli masyarakat dan bukan sekadar terus-menerus memberi subsidi.
”pemerintah seharusnya tidak boleh membiarkan rendahnya daya beli masyarakat.
baiknya, pemerintah meningkatkan penghasilan pns golongan i dan ii, buruh, dan daya beli petani hortikultura,” ujar tatang yang juga menjabat lektor kepala pada program studi teknik kimia, fakultas teknologi industri, bandung.
”di luar negeri, sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan, mereka berkonsultasi dengan ilmuwan dan melakukan riset.
di sini terbalik, setelah kebijakan baru pemerintah meminta pertimbangan,” ujar tatang.
tatang mengatakan, bagi masyarakat dan kaum muda hendaknya berpikir ulang bila hendak berunjuk rasa untuk menolak kenaikan harga bbm.
”unjuk rasa seperti itu justru menunjukkan mentalitas orang miskin yang ingin terus dibantu melalui subsidi.
jangan mau dininabobokan dalam kemiskinan.
berpikirlah secara logis perihal keterbatasan barang akan menyebabkan tingginya harga.
minyak bumi sudah mulai menipis ketersediaannya,” ucap tatang.
hal senada disampaikan sekretaris jenderal aipi budhi m suyitno, ketua komisi ilmu rekayasa aipi fg winarno, dan purwiyatno hariyadi.
”selama ini subsidi tidak tepat sasaran, pengusaha pabrik besarlah yang banyak menikmati bbm bersubsidi itu.
yang diatur pemerintah hanya persediaannya, bukan pada permintaannya.
dibutuhkan peta jalan yang jelas untuk mengatasi masalah seperti ini,” ujar budhi.
menurut budhi, pengelolaan bbm dan subsidinya sudah tercemar urusan politik.
”pemerintah kurang tegas mengurangi subsidi bbm karena ada kepentingan pemilu 2014,” ujarnya.
sementara itu, wakil menteri pertanian rusman heriawan dalam diskusi panel pengembangan agribisnis dan agroindustri indonesia, sabtu, di jakarta, mengatakan, ketergantungan masyarakat indonesia terhadap bahan bakar fosil sudah semakin tinggi.
hal tersebut dapat mengarah pada krisis energi.
untuk mengurangi hal itu, ujar heriawan, sudah saatnya indonesia mengembangkan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, seperti bioenergi.
untuk mengatasi permasalahan dengan bbm yang semakin berkurang, sektor agrobisnis dan agroindustri dapat berperan dalam pengembangan energi alternatif.
(k09/*)
sumber: www[dot]kompas[dot]com

Disiapkan SPBU untuk Dua Harga BBM

Written By laso on Tuesday, 23 April 2013 | 01:21




Disiapkan SPBU untuk Dua Harga BBM
Disiapkan SPBU untuk Dua Harga BBM





pemerintah provinsi (pemprov) kalimatan tengah menyiapkan tempat-tempat penjualan bahan bakar minyak (bbm) untuk dua harga.
langkah itu akan dilakukan dengan koordinasi antara pemprov kalteng, himpunan swasta nasional (hiswana) minyak dan gas bumi dan pertamina.
gubernur kalteng agustin teras narang melalui telekonferensi yang diselenggarakan di palangkaraya, kalteng, senin (22/4/2013) mengatakan, sebagian stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (spbu) akan menjual bbm dengan harga rp 4.
500 per liter.
bahan bakar itu untuk sepeda motor dan transportasi umum .
lalu, sebagian lagi menjual bbm bersubsidi dengan harga yang lebih tinggi untuk mobil pribadi.
"pemerintah pusat belum menetapkan harga bbm untuk kendaraan pelat hitam itu," tuturnya.
rencana tersebut berlaku untuk bbm jenis solar dan premium.
teras belum dapat memastikan kapan pembagian spbu untuk menjual dua harga bbm itu akan dilaksanakan.
" kami masih menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai harga bbm bersubsidi untuk kendaraan pribadi," ujar teras.
pemprov kalteng, pemerintah kabupaten/kota, dan badan pengatur hilir (bph) migas harus menyiapkan sistem itu bersama-sama sejak dini karena perbedaan harga bbm.
teras akan memerintahkan sekretaris daerah (sekda) kalteng siun jarias untuk membuat surat khusus.
dinas perhubungan kateng juga akan menginformasikan jumlah sepeda motor, angkutan umum, dan mobil pribadi.
"jadi, saya tahu jumlah setiap jenis kendaraan," katanya.
menurut teras, pemprov kalteng bertugas menghitung jumlah itu.
namun, kuota bbm untuk masing-masing kendaraan tersebut belum ditetapkan.
 









editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com

Subsidi BBM Tidak Masuk Akal

Written By laso on Tuesday, 22 January 2013 | 05:57




Subsidi BBM Tidak Masuk Akal
Subsidi BBM Tidak Masuk Akal





pemerintah mengasumsikan permintaan minyak dunia akan turun, akibat kondisi ekonomi yang belum membaik. namun, pemerintah lupa, suplai minyak dunia juga bisa turun.turunnya suplai minyak dunia itu bisa dilakukan negara-negara produsen minyak, dengan berbagai kondisi. akibat suplai yang terbatas, maka turunnya permintaan tidak akan berpengaruh. minyak tetap terbatas, harga minyak dunia tetap saja ada kemungkinan untuk naik.kepala pusat studi ekonomi dan kebijakan publik ugm yogyakarta tony prasetiantono mengemukakan hal itu dalam rapat dengan komisi xi di jakarta, selasa (22/1/2012). tony hadir dalam rapat dalam kapasitasnya sebagai komisaris pt bank permata tbk."bagaimana pemerintah bisa mengasumsikan subsidi bbm tahun 2013 lebih rendah daripada tahun 2012? tidak masuk akal," kata tony.pada tahun 2012, realisasi subsidi bbm sebesar rp 211,89 triliun. pada tahun 2013, anggaran subsidi bbm sebesar rp 193,8 triliun. 








editor :
sumber: www.kompas.com

2013, Konsumsi BBM Bakal Jebol Lagi

Written By laso on Sunday, 30 December 2012 | 22:57




2013, Konsumsi BBM Bakal Jebol Lagi
2013, Konsumsi BBM Bakal Jebol Lagi





jakarta, kompas.com - kementerian energi dan sumber daya mineral (esdm) memproyeksikan konsumsi bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi pada 2013 akan jebol 3,64 juta kiloliter (kl). hal ini bisa terjadi jika tanpa ada pengendalian konsumsi bbm di semua wilayah.direktur pembinaan usaha hilir migas umi asngadah menjelaskan volume konsumsi bbm bersubsidi pada 2013 diperkirakan mencapai 49,65 juta kl. padahal kuota bbm bersubsidi yang telah disepakati pemerintah hanya 46,01 juta kl."dengan perkiraan konsumsi bbm subsidi sebesar 49,65 juta kl sementara kuota bbm subsidi yang ditetapkan  dpr mencapai 46,01 juta kl, maka diperkirakan ada defisit 3,64 juta kl," kata umi seperti dikutip dari laman ditjen migas kementerian esdm di jakarta, senin (31/12/2012).menurut umi, proyeksi tersebut sudah dilihat berdasarkan data yang selama ini ada. seperti konsumsi bbm bersubsidi tahun 2011 mencapai 41,79 juta kl, dengan perincian premium 25,53 juta kl, kerosene (minyak tanah) 1,70 juta kl, solar 14,56 juta kl.pada tahun 2012, total konsumsi bbm subsidi diperkirakan mencapai 45,27 juta kl, terdiri dari premium 28,34 juta kl, kerosene 1,20 juta kl dan solar 15,73 juta kl.dengan membandingkan prosentase kenaikan konsumsi tahun 2011 dan 2012, maka konsumsi bbm bersubsidi tahun 2013 diperkirakan mencapai 49,65 juta kl yaitu premium 31,46 juta kl, kerosene 1,20 juta kl dan solar 16,99 juta kl."ini juga akan disesuaikan dengan data gaikindo soal penjualan sepeda motor dan mobil pada tahun depan," tambahnya.untuk menekan konsumsi bbm bersubsidi, menurut umi, perlu melanjutkan program pengendalian penggunaan bbm bersubsidi untuk kendaraan dinas pemerintah, pemda, bumn dan bumd di daerah-daerah yang belum wajib menggunakan bbm non subsidi.selain itu, diusulkan pula dilakukan pengendalian penggunaan bbm subsidi untuk sektor kehutanan dan transportasi laut.sekadar catatan, pada tahun 2012, pemerintah telah mewajibkan seluruh kendaraan dinas pemerintah, pemda, bumn dan bumd di jabotabek, jawa dan bali serta perusahaan perkebunan dan pertambangan untuk menggunakan bbm non subsidi. hal ini untuk mengurangi defisit konsumsi bbm bersubsidi yang setiap tahun selalu jebol.  
sumber: www.kompas.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger