![]() |
| Masjid Yang Sempat Dikaitkan Dengan ISIS Itu Akhirnya Dihibahkan |
, MALANG - Masjid Sulaiman Al-Hunaisyil di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang sempat membuat heboh, karena diduga digunakan sebagai tempat pembaiatan pendukung ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Kini masjid tersebut telah dihibahkan kepada pemerintah desa setempat.Bangunan masjid diserahkan Ketua Lembaga Peduli Pendidikan Islam (LP2I) Al Fawaz, Kediri, Supanji kepada Kepala Desa Gading Kulon, Wahyu Eddi Prihanto, Rabu (6/8/2014).Hibah disertai dengan maklumat yang ditulis pada selembar kertas dan ditempel di dinding masjid bercat biru tersebut.Maklumat tersebut menegaskasn, LP2I tidak terkait dengan jamaah Ansharul Khilafah, yang menyatakan dukungan terhadap ISIS.“Saya menyerahkan masjid ini agar dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Kami tidak mau digunakan untuk kegiatan nyleneh seperti kemarin,” kata Supanji, yang selama ini mendanai masjid tersebut, Jumat (8/8/2014).Pembangunan masjid sepenuhnya menghabiskan dana Rp 170 juta. Dana tersebut sepenuhnya berasal dari LP2I Al Fawaz, atas pengajuan dari Romly yang menjabat juru bicara Ansharul Khilafah.Masih menurut Supanji, dirinya sempat meninjau lokasi masjid sebelum memutuskan membantu pembangunan. Awalnya Romly akan mendirikan pesantren penghafal Al Quran untuk anak-anak.“Dia bilang semua izin pendirian tempat ibadah sudah lengkap semuanya. Ternyata belakangan, bahkan sampai saat ini belum ada izin mendirikan masjid,” keluhnya.Proses pembangunan masjid sempat terhenti di tengah jalan. Pembangunan baru berlanjut, setelah Supanji mengirim tukang bangunan dari Kediri.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Post a Comment