Home » » Ditangkap Densus 88, Keluarga Terduga ISIS Ini Curhat ke Gus Sholah

Ditangkap Densus 88, Keluarga Terduga ISIS Ini Curhat ke Gus Sholah

Written By laso on Thursday, 18 September 2014 | 19:00




Ditangkap Densus 88, Keluarga Terduga ISIS Ini Curhat ke Gus Sholah
Ditangkap Densus 88, Keluarga Terduga ISIS Ini Curhat ke Gus Sholah






, JOMBANG - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid mengaku menerima keluhan dari keluarga Saiful Priatna, salah seorang terduga jaringan ISIS yang ditangkap di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah."Orang tuanya telepon dan bilang jika anak itu selalu di rumah. Orang tuanya juga tidak yakin (anaknya terlibat ISIS)," kata Gus Sholah di Jombang, Kamis (18/9/2014).Ia juga mengatakan, orang tua Saiful Priatna juga mengeluhkan jika sampai sekarang mereka belum bisa bertemu dengan anak mereka.     Pihak keluarga, lanjut dia, berharap secepatnya bisa bertemu dengan anak itu, sehingga bisa memastikan kebenaran dari kabar anggota keluarga mereka yang diduga terlibat kelompok radikal Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).     "Keluarga khawatir, soalnya belum bisa bertemu dengan anak mereka," katanya.     Gus Sholah juga berjanji akan mencoba jika diminta keluarga untuk menjadi mediator guna mempertemukan orang tua Saiful Priatna dengan anak tersebut. Namun, ia juga mengerti jika polisi pun memerlukan waktu untuk mengungkap jaringan kelompok radikal itu.     Gus Sholah juga tidak menampik jika Saiful Priatna dulu pernah mengenyam pendidikan di PP Tebuireng, Jombang. Yang bersangkutan diketahui pernah belajar di pondok pada tahun 2000.     "Ia masuk di Tebuireng pada tahun 2000, tapi hanya satu tahun dan ia masuk ke kelas satu aliyah (madrasah aliah/ setingkat sekolah menengah atas)," ungkap Gus Sholah.     Adik kandung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid ini juga tidak mengetahui terlalu mendetil tentang pribadi santri tersebut. Selain hanya satu tahun belajar di pondok, ia juga sudah cukup lama, sudah 13 tahun lalu.     Ia mengatakan, dalam tempo waktu yang cukup lama, rentang 13 tahun, hal apapun bisa terjadi, misalnya terpengaruh orang lain ataupun jaringan kelompok tertentu.     Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap warga yang diduga kelompok jaringan ISIS. Mereka ditangkap pad Sabtu (13/9/2014) dini hari, dan mengamankan tujuh warga, yakni tiga WNI dan empat WNA. Mereka menuju Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.Tiga warga Palu yang membawa empat WNA, yaitu M Irfan, Saiful Priatna alias Ipul, dan Yudit Chandra alias Ichan. Sementara kempat WNA yang ikut ditangkap bernama Abdul Basyit, Ahmed Bozoghlan, Atlinci Bayram dan Alphin Zubai. (ant)     





Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger