![]() |
| Gara-gara Perempuan, Dua Pria Ini Saling Bacok Dengan Celurit |
, SUMENEP - Gara-gara masalah perempuan, Ach Syairosi dan Ach Ghazali, dua warga Sumenep menghunus celurit dan saling bacok.Akibatnya, Syarosi mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuhnya hingga tewas dalam perjalanannya menuju RSD Sumenep.Sementara, Ghazali hanya menderita luka bagian lengan kirinya, dan telah di rujuk ke di RSI Kalianget, untuk mendapat perawatan medis."Benar, kami telah menerima laporan carok antar warga dari dua desa, korban meninggal, sementara pelakunya masih di RSI Kalianget. Motifnya ya dendam lama soal perempuan," kata Kapolsek Ambunten, IPTU Supardi kepada , Jumat (19/9/2014).Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa beberapa saksi, dan mengamankan barang bukti berupa dua celurit, satu tongkat dan motor milik Ghazali.Kejadian ini bermula saat Iin, istri Rasyad (keponakan Ghazali), yang bekerja sebagai TKW di Malaysia bertemu dengan Syairosi.Keduanya dikabarkan melangsungkan pernikahan di bawah tangan di Malaysia.Namun, perkawinan mereka terendus keluarga besar Rasyad, sehingga memicu dendam bagi keluarga Rasyad, termasuk Ghazali. Hingga suatu saat Syairosi pulang kampung dan bertemu Ghazali di sebuah pesta perkawinan di Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Sabtu (13/9/2014).Saat itu, Ghazali dan Syairosi cekcok bahkan sudah terjadi saling pukul, namun memakai tangan kosong dan bisa dilerai warga."Setelah kejadian cekcok itu, semalam mereka bertemu lagi dan langsung carok," kata Supardi.Saling bacok itu terjadi di pertigaan Desa Ambunten Timur, sekitar 300 meter dari Markas Polsek Ambunten.Ghazali memegang celurit dan tongkat, sedang Syairosi menggunakan celurit. Warga tidak ada yang berani melerai karena keduanya membawa celurit. Polisi dan warga tiba ke lokasi setelah korban Syairosi terkapar bermandikan darah dan pelaku kabur.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Post a Comment