![]() |
| Kekeringan di Dusun Blandit, PDAM Tak Bisa Masuk |
, MALANG - Warga Dusun Blandit, Desa Wonorejo, Kabupaten Malang tidak bisa berbuat banyak menghadapi musim kemarau. Warga hanya bisa mengandalkan pasokan air bersih dari empat instansi dibawah naungan Pemkab Malang.Desa Wonorejo memiliki satu tandon air untuk menampung air dari sumber dan air hujan. Tandon air mongering selama musim kemarau. Selain itu, di sepanjang jalan Dusun Blandit juga ada tiga tandon air. Setiap tandon berkapasitas sekitar 3.000 liter air yang baru dibangun sejak sebulan lalu.Fungsi tandon air bertulis Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) ini bukan untuk menampung air dari sumber atau hujan. Tandon ini hanya untuk menampung pasokan air dari instansi terkait. Karena kapasitasnya sedikit, air langsung habis tidak lama diisi.Kaur Keuangan Desa Wonorejo, Kusnan mengungkapkan pihaknya sempat mengajukan permohonan sambungan air ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Malang. Permohonan lisan ini diajukan sejak setahun lalu. Pihaknya belum pernah mengajukan permohonan tertulis.Menurutnya, PDAM tidak bisa memenuhi harapan warga Dusun Blandit. Dia tidak dapat memastikan alasan tidak bisanya sambungan air masuk ke Dusun Blandit. Dia menduga PDAM tidak mampu mengalirkan air ke dusun di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut tersebut (dbl) tersebut.Alasan ketinggian ini pula yang menyebabkan pihak desa tidak mampu menyalurkan air ke Dusun Blandit sisi timur. Padahal pasokan air di Dusun Blandit sisi barat sangat lancar. Bahkan warga di Dusun Blandit sisi barat tidak kekurangan air bersih selama musim kemarau.“Kalau mau beli air bersih, harus ke desa lain. Itu pun inisiatif warga sendiri,” kata Kusnan kepada .Tidak semua warga mampu membeli air bersih dari desa lain. Warga Dusun Blandit mayoritas hanya petani atau ternak. Pendapatannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Kusnan menyebut toren untuk setiap 1.000 liter air. Menurutnya, setiap toren-nya, warga harus membeli seharga Rp 50.000. Bagi warga desa, 1.000 liter air bersih ini tidak cukup untuk kebutuhan selama sepekan. Apalagi rata-rata warga memiliki ternak. Setiap ekor ternak butuh sekitar 25 liter air per hari.“Pengiriman air bersih dua hari sekali tidak cukup. Seharusnya setiap hari ada pengiriman air bersih,” tambahnya.Dikonfirmasi terpisah, Direktur Umum PDAM Kabupaten Malang, Samsul Hadi mengaku sempat menerima permohonan sambungan air. Pihaknya tidak bisa memenuhi permohonan tersebut bukan karena posisi Dusun Blandit terlalu tinggi.Desa Wonorejo sudah ada sumur bor yang dikelola swadaya oleh desa. Debit air dari sumur bor ini menurun selama musim kemarau. Tapi sistem inilah yang membuat PDAM tidak bisa memasang sambungan di Dusun Blandit.“Kami hanya bisa mengirim air bersih selama musim kemarau. Selain kami, juga ada PMI, BPBD, dan DCKTR yang mengirim air bersih,” kata Samsul.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Post a Comment