Berita Terbaru
Showing posts with label Kalah. Show all posts
Showing posts with label Kalah. Show all posts

Federer Kalah Lagi

Written By laso on Sunday, 21 July 2013 | 06:51




Federer Kalah Lagi
Federer Kalah Lagi





roger federer gagal melaju ke final german tennis championship setelah kalah dari pemain kualifikasi, federico dulbonis, pada semifinal, sabtu (20/7/2013).
federer dipaksa menyerah oleh petenis ranking 114 dunia tersebut dengan dua set langsung 6-7(7), 6-7(4) dalam satu jam 53 menit.
ini adalah kali kedua federer kalah dari pemain dengan ranking di luar 100 dunia, musim ini.
sebelumnya, petenis 31 tahun tersebut dikalahkan ranking 116, sergiy stakhovsky pada babak kedua turnamen grand slam wimbledon 2013.
federer kalah dalam pertandingan ketat 7-6(5), 6-7(5), 5-7, 6-7(5) yang berlangsung selama tiga jam.
dari sembilan turnamen yang diikuti tahun ini, federer baru meraih satu gelar juara, pada gerry weber open.
kemenangan atas federer, membawa dulbonis menjadi pemain kualifikasi ketiga yang berhasil maju ke final atp world tour, tahun ini.
 di final, minggu (21/7/2013), delbonis akan menghadapi petenis italia, fabio fognini untuk kali pertama.
fognini maju ke final setelah mengalahkan petenis spanyol, nicolas almargo, dua set langsung 6-4, 7-6(1), dalam satu jam 49 menit.













editor : pipit puspita rini







































berita terkait

persaingan big 4 dimulai di perempat final
federer: saya suka undian yang berat
roger federer menang mudah di laga pembuka
kalah di babak kedua, federer gagal pertahankan gelar wimbledon
federer "move on" dan pilih pulang kampung







topik pilihan:



liverpool ke indonesia



motogp as



vilanova tinggalkan barcelona



kasus ponsel terbakar



gebrakan jokowi-basuki



geliat politik jelang 2014











baca juga







tiga komponen blackberry ternyata buatan indonesia













kronologi ledakan bom di polsek rajapolah













ini harga tiket piala dunia 2014













pengajuan kebangkrutan kota detroit ditolak













begini cara berinvestasi properti yang benar.
.
.











































































terpopuler + indeks




1
jokowi-jusuf kalla kombinasi andalan 2014





2
dahlan iskan: jokowi atau saya bisa menang pilpres





3
kpk rencana tahan anas dan andi usai lebaran





4
ingin tahu lulus simak ui, cek di "kompas.
com"!





5
pengamat: pemberian dana csr ke pemprov dki tidak etis























terbaru + indeks





federer kalah lagi









marquez makin cepat di laguna seca









pedrosa absen lagi di sesi latihan









wynne prakusya: petenis indonesia sekarang kurang berambisi









persaingan fitzpatrick dan mullen di kelas amatir the open championship











































































































news





ekonomi


bola


tekno


entertainment


otomotif


health


female


travel


properti


foto


video


forum


kompasiana




















about


advertise with us
policy
site map
career
contact us
pedoman media siber


©2008 - 2013 pt.
kompas cyber media (kompas gramedia).
all rights reserved.







































!function(d,s,id){var js,fjs=d.
getelementsbytagname(s)[0];if(!d.
getelementbyid(id)){js=d.
createelement(s);js.
id=id;js.
src="https://platform.
twitter.
com/widgets.
js";fjs.
parentnode.
insertbefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");


window.
___gcfg = {
lang: 'id'
};
(function() {
var po = document.
createelement('script'); po.
type = 'text/javascript'; po.
async = true;
po.
src = 'https://apis.
google.
com/js/plusone.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(po, s);
})();




//



$(function() {
var c = true;
$("#mykompas_like").
click(function () {
if (c) {
var n = $(this);
$("#myk-err").
remove();
if (! $("a#myk-ldr").
length) {
n.
parent().
append(' ')
}
c = false;
$.
getjson("http://" + document.
domain + "/services/mykompas/like/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&jsoncallback=?", function (p) {
if (p && p.
status == 1) {
n.
parents("div:eq(0)").
html(' berita telah terpilih')
} else {
$("#myk-ldr").
remove();
var o = ' proses gagal, coba kembali';
n.
parent().
append(o)
}
c = true;
$("#myk-ldr").
remove()
})
}
return false;
});
$(".
twitter").
click(function () {
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareontwitter/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
//$(".
twitter-share-button").
load(function () {
// $(this).
contents().
find(".
btn").
live("click", function () {
// $.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareontwitter/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
// });
//});
fb.
event.
subscribe('edge.
create', function(response) {
console.
log(response);
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareonfacebook/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + response + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
});






jquery(document).
ready(function ($) {
$("#putartbox").
kompasartbox({
siteno : "1",
sectionid : "29",
articleid : "1056645",
nameutm : "olahraga",
nameid : "sartbox",
prevpermalink : "2013/07/21/0139197.
xml"
});
$.
ajax({
type:'get',
url:'http://api.
sharedcount.
com/?url=http://olahraga.
kompas.
com/read/2013/07/21/0139197/federer.
kalah.
lagi',
datatype:'json',
beforesend: function(){
$(".
social-fb-count").
html('');
$(".
social-twitter-count").
html('');
},
success:function(result){
//console.
log(result.
facebook.
total_count);
if(result != null || result != undefined || result != '')
{
$(".
social-fb-count").
html(result.
facebook.
total_count);
$(".
social-twitter-count").
html(result.
twitter);
}
else
{
$(".
social-fb-count").
html(0);
$(".
social-twitter-count").
html(0);
}
}
});
});









$(function() {
$("a.
fn_register").
fancybox ({
'width' : 700
, 'height' : 550
, 'autoscale' : true
, 'transitionin' : 'over'
, 'transitionout' : 'over'
, 'type' : 'iframe'
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
$('a.
fn_login').
fancybox({
'autoscale': true
, 'transitionin': 'over'
, 'transitionout': 'over'
, 'type': 'iframe'
, 'width': 330
, 'height': 300
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
});








var _gaq = _gaq || [];
_gaq.
push(['a.
_setaccount', 'ua-3374285-20']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['b.
_setaccount', 'ua-3374285-1']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['d.
_setaccount', 'ua-9341640-16']);
_gaq.
push(['d.
_setdomainname', 'auto']);
_gaq.
push(['d.
_setallowlinker', true]);
_gaq.
push(['d.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['d.
_trackpageloadtime']);


_gaq.
push(['c.
_setaccount', 'ua-3374285-11']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageloadtime']);


(function() {
var ga = document.
createelement('script'); ga.
type = 'text/javascript'; ga.
async = true;
ga.
src = ('https:' == document.
location.
protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.
google-analytics.
com/ga.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(ga, s);
})();














sumber: www[dot]kompas[dot]com

Rieke Tolak Disebut Tak Siap Kalah

Written By laso on Saturday, 2 March 2013 | 05:42




Rieke Tolak Disebut Tak Siap Kalah
Rieke Tolak Disebut Tak Siap Kalah





calon gubernur jawa barat dari pdip, rieke diah pitaloka menolak tudingan bahwa pihaknya tidak siap menerima kekalahan dalam pilgub jabar 2013. upaya rieke membeberkan kecurangan pilgub jabar tak terkait perkara menang atau pun kalah. hal ini, sambungnya, upaya untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat kehilangan hak pilihnya pada pilgub jabar 2013.rieke mengatakan ini pada konferensi pers terkait pembeberan data tentang sejumlah kecurangan yang terjadi di pilgub jabar 2013 di kantor dpp pdi perjuangan di lenteng agung, jakarta selatan, kamis (1/3/2013). rieke menyatakan bahwa perolehan suara yang mereka peroleh murni dukungan dari rakyat dan tidak ada terindikasi kecurangan."ini bukan persoalan menang kalah, tapi pilkada jawa barat adalah sebuah pertarungan ideologis. bahkan jika sampai terjadi putaran kedua, indonesia akan bergerak untuk jawa barat," tegas rieke.sementara ketua tim pemenangan rieke-teten, t.b hasanuddin menyampaikan penegasan bahwa mereka tidak akan memberi tanggapan mengenai pernyataan dari ketua dewan penasehat pdip taufik kiemas yang meminta rieke diah pitaloka untuk legowo. "ketua umum kami hanyalah ibu megawati soekarnoputri," tegas hasanuddin.seperti yang diberitakan,hasil quick count dari tim kampanye paten memiliki hasil penghitungan yang berbeda dibanding penghitungan quick count beberapa lembaga survei lain. timnya mencatat ada selisih 1.302 suara untuk kemenangan rieke-teten.sementara itu, taufik kiemas pada rabu (27/2/2013) memang telah menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan ahmad heryawan dan deddy mizwar yang dalam hasil perhitungan cepat versi beberapa lembaga survei telah dinyatakan memenangi pilgub jabar 2013, meski hasil resmi dari kpud jabar belum keluar.taufik juga menyarankan rieke untuk mencontoh fauzi bowo yang langsung mengucapkan selamat kepada joko widodo saat pilgub dki jakarta putaran kedua digelar september tahun lalu.









editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com

Akbar: Soal Capres, Mahfud Kalah Sama Rhoma Irama

Written By laso on Monday, 28 January 2013 | 15:45




Akbar: Soal Capres, Mahfud Kalah Sama Rhoma Irama
Akbar: Soal Capres, Mahfud Kalah Sama Rhoma Irama





ketua dewan pertimbangan partai golkar, akbar tandjung menyesalkan penyataan ketua mahkamah konstitusi mahfud md yang mengaku tidak percaya diri dan tak pantas menjadi calon presiden.menurut dia, mahfud tidak memiliki salah satu aspek dalam diri seorang capres yaitu keberanian. bahkan, menurut politisi gaek itu, mahfud kalah jika dibandingkan dengan rhoma irama. "pak mahfud md kok masih sampai malu-malu soal capres, wong dia itu kan profesor, ketua mk. kurang apalagi? masak kalah berani sama rhoma irama?" kata akbar di hotel gran melia, jakarta, senin (28/1/2013).rhoma sendiri telah mendeklarasikan dirinya menjadi capres dalam pilpres 2014. meskipun sampai kini belum ada parpol yang secara terang-terangan mengusung pencipta 685 lagu tersebut.menurut akbar, seorang yang berani mengajukan diri sebagai capres seperti rhoma harus dihargai. sebab, hal itu membuktikan rhoma memiliki idealisme dan obsesi.hal itu didukung pula oleh iklim demokrasi sebagai buah orde reformasi yang mengedepankan keterbukaan. semua orang, lanjutnya, dalam iklim demokrasi memiliki hak yang sama untuk mengajukan diri menjadi capres."sekarang ini bukan lagi seperti zaman soekarno hatta, yang untuk nyapres saja harus diusung-usung dulu,"pungkasnya.mantan menteri pertahanan era presiden abdurahman wahid itu mengaku tidak pantas maju sebagai presiden dalam waktu dekat ini, pilpres 2014. "saya tak pede alias percaya diri menjadi calon presiden di pemilu tahun 2014 nanti. saya juga merasa tak pantas untuk maju," kata mahfud di hotel gran melia, jakarta, senin (28/1/2013).ketua mahkamah konstitusi mahfud md sebagai seseorang yang layak maju sebagai calon presiden alternatif. namun, mahfud sendiri merasa kursi jabatan presiden masih sangat jauh dari rengkuhannya. mahfud merinci, ada tiga alasan yang mengakibatkan perasaan tidak percaya diri menghantui dirinya.pertama, menurut mahfud, seorang presiden adalah pemimpin negara sekaligus pemimpin bangsa. hal itu, lanjutnya,tecermin pada sisi dua bapak bangsa, yakni soekarno dan muhammad hatta. "bung karno dan bung hatta melewati banyak perjuangan, sementara saya masih saja enak-enakan seperti ini," terangnya.kedua, lanjut mahfud, sebutan capres alternatif yang disematkan kepadanya terlalu muluk. sebab, kriteria sebagai capres alternatif belum tepat disandangnya. ia masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki jika ingin mencalonkan diri.terakhir, kata mahfud, adalah hal yang tidak penting jika dirinya menjadi capres. pasalnya masih banyak tokoh lain yang dirasanya mumpuni untuk maju sebagai calon presiden. "menurut saya, daripada itu semua, yang penting adalah marilah kita bersama mencari presiden yang baik," ujarnya.









editor :
sumber: www.kompas.com

Soal Elektabilitas, Rhoma Kalah dari Mahfud MD

Written By laso on Sunday, 13 January 2013 | 19:19




Soal Elektabilitas, Rhoma Kalah dari Mahfud MD
Soal Elektabilitas, Rhoma Kalah dari Mahfud MD





nama raja dangdut rhoma irama, ternyata lebih populer di kalangan masyarakat jatim dari nama calon presiden dari partai golkar, aburizal bakrie (ical). namun rhoma hanya sebatas populer, untuk urusan akseptabilitas dan elektabilitas capres, nama rhoma masih belum unggul.hasil survei lembaga presisi poll tentang referensi politik masyarakat jatim menjelang pemilihan presiden 2014 menyebutkan, popularitas rhoma mencapai 95,7 persen, mengungguli ketua umum partai golkar ical (79,8 persen), dan pembina dpp partai gerindra, prabowo subianto (75,1 persen)."rhoma bagi masyarakat jatim lebih dikenal sebagai raja dangdut, daripada sebagai calon presiden," kata direktur eksekutif presisi poll, heliosa soerwianto, senin (14/1/2013).dalam hal akseptabilitas, rhoma justru berada di posisi kedua tertinggi (60,3 persen). dia diungguli nama menteri bumn dahlan iskan (73,1 persen) di posisi pertama, sementara posisi ketiga ada nama ketua mahkamah konstitusi, mahfud md (44 persen).bahkan dalam hal elektabilitas, rhoma hanya mampu menempati urutan 6 dengan 7,8 persen. peringkat pertama ditempati mahfud md (15,5 persen). disusul prabowo subianto (13 persen), dahlan iskan (11,8 persen), aburizal bakrie (10,8 persen) dan megawati soekarnoputri (8,3 persen).survei, kata heliosa, melibatkan 440 sampel responden berusia 17 tahun, yang tersebar secara acak di 38 kabupaten/kota di jatim. "hasil survei ini merepresentasikan pendapat masyarakat pemilih di jatim pada pemilu 2014 mendatang," tambahnya. rhoma irama menyatakan serius akan maju dalam pemilu pilpres 2014 mendatang. dukungan sudah mengalir dari para ulama yang tergabung dalam wasilah silaturahim asatidz tokoh dan ulama wasiat ulama) yang sudah mendaulat rhoma sebagai capres 2014.









editor :
sumber: www.kompas.com

Penurunan Kemiskinan, Indonesia Kalah Dari Vietnam

Written By laso on Friday, 4 January 2013 | 01:43




Penurunan Kemiskinan, Indonesia Kalah Dari Vietnam
Penurunan Kemiskinan, Indonesia Kalah Dari Vietnam





anggaran pendapatan dan belanja negara (apbn) untuk 2013 ini dinilai gagal untuk bisa menurunkan kemiskinan masyarakat indonesia. sebab, postur apbn indonesia masih konvensional dan alokasinya hanya di bidang tertentu saja.dewan nasional seknas forum indonesia untuk transparansi anggaran (fitra) ahmad erani yustika menjelaskan alokasi apbn sejak dulu tidak mengalami perubahan. sehingga hal tersebut justru melupakan target penurunan angka kemiskinan masyarakat."apbn 2012 gagal turunkan angka kemiskinan. sebabnya alokasinya di situ-situ saja. begitu juga dengan apbn 2013 ini," kata erani saat konferensi pers di kantornya jakarta, jumat (4/1/2013).menurut erani, sejak lima tahun terakhir ini, apbn indonesia sudah menganggarkan dana untuk pengentasan kemiskinan masyarakat sebesar rp 460 triliun. namun berdasarkan angka badan pusat statistik (bps), angka kemiskinan indonesia hingga september 2012 hanya turun 0,3 persen. bahkan, erani juga menilai bahwa angka kemiskinan sejak 2002 hingga 2012 hanya turun 6 persen. sehingga rata-rata penurunan angka kemiskinan di masyarakat indonesia hanya sekitar 0,6-0,7 persen setiap tahun."angka itu kalah bila dibandingkan dengan vietnam," tambahnya.dalam periode yang sama yaitu pada 2002 hingga 2012, pemerintah vietnam berhasil memangkas angka kemiskinan dari 29,5 persen di 2002 menjadi hanya 11 persen di 2012. ini berarti dalam 10 tahun terakhir ada penurunan angka kemiskinan sebesar 18,5 persen atau 1,85 persen per tahun.dengan kondisi tersebut, maka pemerintah harus mengubah postur apbn khususnya dalam penciptaan lapangan kerja. sebab, penggelontoran apbn untuk penciptaan lapangan kerja juga masih minim. hal itu dibuktikan dengan pemerintah hanya mampu menciptakan 1,625 juta lapangan kerja baru di 2011.hal itu disebabkan dari setiap kenaikan 1 persen pertumbuhan ekonomi yang ternyata hanya mampu menyerap 250 ribu tenaga kerja. sedangkan di 2012, penciptaan lapangan kerja justru menurun menjadi hanya 180 ribu tenaga kerja, meski pertumbuhan ekonomi indonesia menjadi tertinggi kedua di asia setelah china."kualitas alokasi apbn ini harus dijaga ketat dan dialokasikan secara lebih baik. supaya target-target angka pemerintah seperti penurunan angka kemiskinan, pemerataan lapangan kerja hingga pemerataan pendapatan masyarakat bisa terjaga," tambahnya.








editor :
sumber: www.kompas.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger