Berita Terbaru
Showing posts with label Pemerkosa. Show all posts
Showing posts with label Pemerkosa. Show all posts

Istri Gus Dur Setuju Hukuman Mati Bagi Pemerkosa

Written By laso on Thursday, 24 January 2013 | 22:16




Istri Gus Dur Setuju Hukuman Mati Bagi Pemerkosa
Istri Gus Dur Setuju Hukuman Mati Bagi Pemerkosa





wacana hukuman mati bagi pemerkosa mencuat ketika hakim m daming sunusi mengeluarkan pernyataan kontroversialnya di komisi iii dpr. reaksi mendukung hukuman mati bagi pemerkosa kali ini datang dari tokoh perempuan nahdhatul ulama (nu), sinta nuriyah wahid."saya memang orang yang tidak suka terhadap hukuman mati tapi jika melihat penderitaan korban pemerkosaan, saya setuju hukuman mati bagi pemerkosa," ujar sinta di kantor wahid institute, jl amir hamzah, jakarta pusat, jumat (25/1/2013).pendapat tersebut dikemukakan usai konferensi pers mengenai dukungan terhadap keputusan ma, terkait pemakzulan bupati garut, aceng fikri.istri mantan presiden abdurrahman wahid ini melanjutkan, ada alternatif lain selain hukuman mati. namun demikian, hukuman berat tetap harus diberikan kepada pemerkosa."paling tidak, hukuman seumur hidup karena penderitaan korban itu seumur hidup," imbuh sinta.polemik hukuman mati bagi pemerkosa menyeruak seiring maraknya pemerkosaan belakangan terakhir. kekesalan terhadap kejahatan pemerkosaan memuncak saat ketua pengadilan tinggi palembang, m daming sunusi menilai pemerkosa dan korban saling menikmati. ucapan daming dilontarkan di dpr saat fit and proper test calon hakim agung. (asp/asp)
sumber: www.detik.com

Ayah Pemerkosa Bocah RI Terbiasa Seks Bebas Sejak Remaja

Written By laso on Friday, 18 January 2013 | 02:30




Ayah Pemerkosa Bocah RI Terbiasa Seks Bebas Sejak Remaja
Ayah Pemerkosa Bocah RI Terbiasa Seks Bebas Sejak Remaja





s (55), pelaku pemerkosaan terhadap anaknya, ri (11), ternyata sudah biasa dengan gaya hidup seks bebas sejak usia 14 tahun. s yang bekerja sebagai pemulung dan tidak pernah mengenyam bangku sekolah ini pun akhirnya mengidap penyakit kelamin sejak itu."menurut pengakuan yang bersangkutan, pelaku menderita penyakit itu sejak 14 tahun. sempat diobati tetapi tidak sembuh-sembuh sampai sekarang," ujar direktur reserse kriminal umum polda metro jaya komisaris besar toni harmanto, jumat (18/1/2013), di mapolda metro jaya.toni mengatakan bahwa s awalnya mendapatkan penyakit kelamin lantaran melakukan hubungan seksual dengan pekerja seks komersil (psk) di usia remaja. sejak itu, s kerap bergonta-ganti pasangan. gaya hidup seks bebas inilah yang akhirnya membuat s tertular penyakit seksual mematikan itu.kepala bagian psikolog polda metro jaya, ajun komisaris besar arif nurcahyo menjelaskan, latar belakang s bukan berasal dari keluara yang mampu. ia merupakan anak kelima dari sepuluh bersaudara. sejak kecil, s sudah berusaha menjauh dari keluarganya dan hidup mandiri. ia juga tidak bersekolah, berbeda dengan saudara-saudara lainnya. karena hidup mandiri, s kemudian memutuskan mencari uang dari memulung.ketiadaan nilai-nilai yang menjadi pedoman hidupnya ini yang kemudian mempengaruhi sikapnya. s pun tega memperkosa anaknya sendiri, ri sebanyak dua kali dari bagian depan dan belakang."karena ketiadaan nilai-nilai moral, sehingga ketika libidonya tinggi antara pilihan melakukan dan tidak melakukan, pelaku memutuskan melakukan perbuatan itu kepada anaknya," ucap arif.dari peristiwa itulah ri kemudian mengalami sakit di bagian kelamin. pada sabtu, 29 desember 2012, ri dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kejang-kejang. setelah dirawat di rsu persahabatan, ri akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 6 januari 2013.atas perbuatannya ini, s akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. ia disangkakan pasal 81 undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. s diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal rp 300 juta.









editor :
sumber: www.kompas.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger