Berita Terbaru
Showing posts with label Takut. Show all posts
Showing posts with label Takut. Show all posts

Warga Takut Bicara

Written By laso on Monday, 1 April 2013 | 13:51




Warga Takut Bicara
Warga Takut Bicara





warga dusun merek rajani huta, desa buntu raja pane, kecamatan dolok pardamean, simalungun, sumatera utara, masih takut berbicara dengan orang asing.
mereka khawatir dilibatkan dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan kepala kepolisian sektor dolok pardamean komisaris anumerta andar siahaan.
camat dolok pardamean rediana naibaho menuturkan, kenyamanan warga terusik dengan peristiwa pengeroyokan tersebut.
”kalau ada orang tak dikenal, mereka memilih menjauh atau diam,” ujarnya kepada kompas, minggu (31/3).
saat beberapa wartawan mendatangi dusun merek rajani huta, beberapa warga langsung menutup rumah.
sebagian lainnya memilih diam.
”kami sulit meminta keterangan mereka.
warga takut sama wartawan,” kata dhev bakkara, wartawan harian lokal yang bertugas di pematang siantar dan simalungun.
meskipun demikian, lanjut rediana, aktivitas warga mulai pulih sejak sabtu.
sebagian kembali ke ladang untuk bertani.
anak-anak terlihat tetap bermain di halaman rumah atau jalan.
beberapa warung juga buka seperti biasa.
warga diduga mabuk
sumber: www[dot]kompas[dot]com

Sebut Didi Jane Sudah Menikah, Garnetta Tak Takut Dipolisikan

Written By laso on Wednesday, 13 February 2013 | 00:34







Sebut Didi  Jane Sudah Menikah, Garnetta Tak Takut Dipolisikan
Sebut Didi Jane Sudah Menikah, Garnetta Tak Takut Dipolisikan












garnetta membuat pengakuan mengejutkan dengan menyebut sang suami, didi mahardhika telah menikah dengan kekasihnya, jane shalimar. bahkan garnetta mengaku hal itu disampaikan sendiri oleh didi.tak terima dengan pernyataan tersebut, didi pun berencana polisikan garnetta. garnetta sendiri pun mengaku siap menghadapi ancaman tersebut. "kalau memang benar dilaporkan didi ya kami siap. garnetta akan menghormati dan menghargai proses hukum itu. siap-siap aja," ujar kuasa garnetta, petrus bala pattyona saat ditemui di pengadilan agama jakarta selatan, selasa (12/2/2013).petrus sendiri menuturkan kliennya sebetulnya tak ada maksud untuk mencemarkan nama baik didi. ia pun berkelit hanya menyampaikan apa yang diketahuinya saja."garnetta hanya menyampaikan saja. lalu, pencemaran nama baiknya di mana? meski begitu, garneta siap dilaporkan kok. melaporkan itu hak dia (didi)," tuturnya.
(fk/mmu)


sumber: hot[dot]detik[dot]com

Takut Sang Ayah, RI Tak Mau Ungkap Pemerkosanya

Written By laso on Friday, 18 January 2013 | 07:08




Takut Sang Ayah, RI Tak Mau Ungkap Pemerkosanya
Takut Sang Ayah, RI Tak Mau Ungkap Pemerkosanya





Detik kendati perbuatan cabul terhadap ri (10) sudah berlangsung lama bahkan hingga ia menderita sakit pada kemaluannya dan akhirnya meninggal, namun ia membungkam fakta siapa pemerkosanya. pelaku yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri yang bernama sunoto (54), membuatnya takut untuk bercerita."psikolog menyatakan pelaku orang dekat, disegani, ditakuti sehingga korban menutupi siapa pelakunya," kata kapolda metro jaya irjen pol putut eko bayuseno saat jumpa pers di mapolda metro jaya, jakarta, jumat (18/1/2013).sementara itu kapolres jakarta timur kombes pol mulyadi kaharni menyatakan bahwa tersangka tidak pernah mengancam korban setelah melakukan perbuatan cabulnya itu. menurut mulyadi, korban tidak mau mengungkap pemerkosaan terhadap dirinya pada siapa pun karena menghormati sang ayah."tersangka tidak ada mengancam korban dan psikolog katakan kenapa korban tutupi itu karena pelakunya adalah orang yang disegani, ayahnya sendiri," kata mulyadi.ditemui usai jumpa pers, kepala bagian psikolog biro sumber daya manusia (sdm) polda metro jaya akbp nurcahyo menjelaskan, prinsip-pinsip dasar perkosaan."perkosaan adalah relasi tak setara, di mana satu pihak memaksa pihak lain untuk lampiaskan hasrat seksual," kata nurcahyo.dalam kasus ri, dimana korban berusia masih di bawah umur memiliki kekhasan tersendiri. dalam kasus perkosaan dengan korbannya anak usia di bawah umur, biasanya dilakukan oleh orang-orang terdekat yang memiliki akses terhadap korban."perkosaan anak itu sesuatu yang khas karena anak ini dinamis dan berkembang, di mana pelaku memiliki akses khusus seperti orang-orang terdekat. sehingga kalau dinakali oleh orang terdekat, anak itu cenderung menutup mulut," jelas nurcahyo.sementara kondisi psikologis tersangka yang melakukan kelainan seksual secara anal seks, disebabkan faktor riwayat hidupnya terdahulu semasa remaja."pre deposisi atau faktor penguat biasanya riwayat pendidikan moral yang rapuh dan waktu remajanya banyak di jalanan kemudian pertama kali kehilangan keperjakaannya itu dengan pelacur jalanan," ujar nurcahyo.lanjut nurcahyo, perilaku tersangka yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri dilakukan untuk 'bereksperimen'. tersangka sendiri, kata dia, tidak pernah mengalami atau menjadi korban sodomi waktu kecil."beda halnya dengan kasus babeh (pelaku sodomi anak-anak jalanan), dia ada riwayat pernah disodomi waktu kecilnya sehingga melakukannya terhadap anak laki-laki. kalau ini hanya semata-mata untuk eksperimen saja," pungkas nurcahyo.di samping itu, kondisi tingkat perekonomian rendah keluarga menjadi faktor lain yang mendorong tersangka melakukan perbuatan cabulnya terhadap anaknya. tersangka tidak memiliki uang untuk 'jajan' dengan perempuan lain sehingga melampiaskannya terhadap anaknya.kehidupan sehari-hari di mana tersangka dan korban serta keluarganya tinggal di rumah petak yang hanya berukuran ukuran 5x7 membuat hubungan keluarga tidak sehat. setiap hari, rumah tersebut dihuni 7 orang anggota keluarga di mana tidur pun berbarengan. (mei/rmd)
sumber: www.detik.com

Banjir di Kp Pulo, Warga Tolak Dievakuasi karena Takut Hartanya Hilang




Banjir di Kp Pulo, Warga Tolak Dievakuasi karena Takut Hartanya Hilang
Banjir di Kp Pulo, Warga Tolak Dievakuasi karena Takut Hartanya Hilang





Detik banjir sekitar 2 meter merendam kawasan kampung pulo, jatinegara, jakarta timur. sebagian besar warga sudah turun mengungsi ke tempat yang aman. tapi masih ada warga yang memilih bertahan. mereka takut hartanya ada yang mencuri.pantauan detikcom, jumat (18/1/2013) ada belasan warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka. rumah-rumah itu terletak di pinggir kali ciliwung dan ada di antara gang sempit yang sudah tenggelam."jagain barang berharga, nanti diambil orang," kata toyibin (50) yang memilih bertahan di lantai dua rumahnya.toyibin sudah 4 hari tinggal di lantai dua. dia mengaku kendala utama adalah soal air bersih. "kalau makan ada anak yang nganterin," terangnya.selain toyibin, detikcom mencatat ada 10 pria lainnya yang tinggal di lantai dua masjid attawabin. mereka pun disuplai makanan lewat perahu dari tempat pengungsian.keberadaan para warga yang bertahan ini memang cukup merepotkan. tapi mau bagaimana lagi, petugas dari kepolisian dan tni sudah mencoba membujuk mereka dan warga memilih bertahan.alhasil, setiap 15 menit sekali, petugas brimob dan kopassus berpatroli di sekitar kawasan itu dengan perahu karet. petugas memanggil warga kalau ada yang ingin dievakuasi. (ndr/nrl)
sumber: www.detik.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger