Berita Terbaru
Showing posts with label Pulo. Show all posts
Showing posts with label Pulo. Show all posts

Baru Kali Ini Warga Kampung Pulo Senang Banjir Datang

Written By laso on Thursday, 9 May 2013 | 19:51




Baru Kali Ini Warga Kampung Pulo Senang Banjir Datang
Baru Kali Ini Warga Kampung Pulo Senang Banjir Datang





kampung pulo, jakarta timur, kembali didatangi banjir pada rabu (8/5/2013).
untuk banjir kali ini, warga yang baru tertimpa kebakaran pada minggu (5/5/2013) lalu malah merasa tertolong.
 ''air banjir yang mencapai 50 cm justru membantu menghanyutkan kayu-kayu ke sungai,'' kata ketua rt 15, ahmad as saat ditemui kompas.
com di lingkungan rt 15 kampung pulo, kamis (9/5/2013).
menurut pantauan, bangunan rumah permanen yang atapnya habis terbakar ditutup terpal agar terlindung dari hujan atau kotoran sisa puing atap.
mayoritas rumah warga memang sudah bersih dari puing.
sejauh ini, ahmad mengatakan, bantuan makanan dan pakaian yang disalurkan sudah cukup.
air bersih untuk makan dan mandi pun tersedia.
namun, warga kampung pulo masih tetap mengharapkan bantuan untuk membangun kembali rumah mereka serta dalam penyediaan alat-alat rumah tangga.
mereka mengaku bingung akan masak di mana saat diberi bantuan mie instan dan beras.
suku dinas kesehatan juga masih membuka tenda bantuan kesehatan.
tenda tampak ramai didatangi warga.
hanya dua orang yang tampak bertugas di sana.
keduanya sibuk melayani warga yang mengantri memeriksakan kesehatan.
karena listrik masih padam, warga memilih untuk tinggal di rumah sanak keluarga saat malam tiba.
warga yang bertahan di reruntuhan rumah memilih menggunakan lampu petromax atau lampu badai untuk penerangan malam hari.










editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com

Warga Korban Banjir di Kp Pulo Siap Direlokasi Asal Dapat Ganti Untung

Written By laso on Wednesday, 23 January 2013 | 22:21




Warga Korban Banjir di Kp Pulo Siap Direlokasi Asal Dapat Ganti Untung
Warga Korban Banjir di Kp Pulo Siap Direlokasi Asal Dapat Ganti Untung





warga kp pulo, jatinegara, jaktim menolak direlokasi. mereka ingin agar kali ciliwung di normalisasi. tapi kalaupun terpaksa, warga ingin agar mereka mendapat ganti untung, bukan ganti rugi."jadi kalau warga pindah dari kampung sini, harus bisa punya rumah lagi, jangan sampai malah ngontrak. kita ingin ganti untung, bukan ganti rugi," kata ketua rw 09, kamaludin saat berdialog dengan wali kota jaktim kusdiantoro di lokasi, kamis (24/1/2013).kusdiantoro yang mendengarkan curhat warga pun hanya manggut-manggut. mengenakan training oranye, dia kemudian menyampaikan bahwa semuanya masih akan dibicarakan.kusdiantoro juga menyerahkan bantuan pompa kepada warga. lokasi banjir di kp pulo, pagi ini sudah surut."jadi nanti pompa ini, airnya nyedot dari kali bisa juga dikumpulin dibak lalu digunakan untuk nyemprot membersihkan lumpur. jadi digunakan pasca banjir," jelas wali kota yang dilantik jokowi di tempat pembuangan sampah ini.untuk persiapan menghadapi musim banjir yang kemungkinan hingga februari, kusdiantoro menegaskan bahwa jajaran, camat, lurah, dan sudin sosial serta pemadam kebakaran sudah siap menghadapinya."kita sudah siap dan punya pengalaman karena ini bukan banjir yang pertama sudah berulang-ulang dan terbiasa, bahkan titik pengungsian sudah mulai baku," tuturnya. (edo/ndr)
sumber: www.detik.com

Banjir di Kp Pulo, Warga Tolak Dievakuasi karena Takut Hartanya Hilang

Written By laso on Friday, 18 January 2013 | 01:18




Banjir di Kp Pulo, Warga Tolak Dievakuasi karena Takut Hartanya Hilang
Banjir di Kp Pulo, Warga Tolak Dievakuasi karena Takut Hartanya Hilang





Detik banjir sekitar 2 meter merendam kawasan kampung pulo, jatinegara, jakarta timur. sebagian besar warga sudah turun mengungsi ke tempat yang aman. tapi masih ada warga yang memilih bertahan. mereka takut hartanya ada yang mencuri.pantauan detikcom, jumat (18/1/2013) ada belasan warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka. rumah-rumah itu terletak di pinggir kali ciliwung dan ada di antara gang sempit yang sudah tenggelam."jagain barang berharga, nanti diambil orang," kata toyibin (50) yang memilih bertahan di lantai dua rumahnya.toyibin sudah 4 hari tinggal di lantai dua. dia mengaku kendala utama adalah soal air bersih. "kalau makan ada anak yang nganterin," terangnya.selain toyibin, detikcom mencatat ada 10 pria lainnya yang tinggal di lantai dua masjid attawabin. mereka pun disuplai makanan lewat perahu dari tempat pengungsian.keberadaan para warga yang bertahan ini memang cukup merepotkan. tapi mau bagaimana lagi, petugas dari kepolisian dan tni sudah mencoba membujuk mereka dan warga memilih bertahan.alhasil, setiap 15 menit sekali, petugas brimob dan kopassus berpatroli di sekitar kawasan itu dengan perahu karet. petugas memanggil warga kalau ada yang ingin dievakuasi. (ndr/nrl)
sumber: www.detik.com

Bayi Setahun Terjebak Banjir 4 Meter di Kampung Pulo

Written By laso on Wednesday, 16 January 2013 | 01:46




Bayi Setahun Terjebak Banjir 4 Meter di Kampung Pulo
Bayi Setahun Terjebak Banjir 4 Meter di Kampung Pulo





seorang bayi berusia satu tahun terjebak di lokasi banjir setinggi empat meter yang masih menggenangi ratusan rumah di kampung pulo, jatinegara, jakarta timur, rabu (16/1/2013).ia terjebak bersama kedua orantuanya yang enggan mengungsi ketika banjir masih belum separah itu. mereka bertahan di lantai dua rumah.bayi yang biasa dipanggil ayu atau rara tersebut hingga rabu siang masih terjebak di rumahnya di rt 01 rw 02, kampung melayu, jatinegara, jakarta timur.selama 24 jam lebih bocah malang tersebut bertahan di lantai dua rumah bersama kedua orangtuanya, muktarom (40) dan desi (25).hajah enok (45), bibi ayu, tampak berlinang air mata di tepi sungai ciliwung saat menceritakan nasib kerabatnya itu. ia hanya bisa berharap petugas evakuasi yang menjemput saudaranya yang terjebak banjir.perasaan kecewa dirasakannya setelah tim evakuasi perahu karet gagal menembus ke dalam rumahnya menjemput keponakan serta orangtua ayu tersebut."tadi saudara saya sudah bilang sama petugas mau jemput keponakan saya sama ibu-bapaknya. tapi di tengah jalan, perahunya balik lagi karena enggak kuat arusnya deras," ujarnya.hal yang paling menjadi kekhawatiran enok adalah kondisi kesehatan keponakan serta adiknya. pasalnya, berdasarkan pengetahuannya sejak ia mengevakuasi dirinya, persediaan makanan di rumah adiknya tergolong minim. ia pun khawatir terjadi sesuatu yang tak dikehendaki menimpa saudara satu-satunya di jakarta tersebut.menurut enok, keluarganya itu tidak melakukan evakuasi sejak dini karena terlalu meremehkan keadaan. sang adik, orangtua ayu tak mengira banjir akan sedahsyat seperti tahun 2007 silam, saat banjir besar melanda. oleh sebab itulah bertahan menjadi pilihan muktarom dan desi."kemarin sudah dibilangin buat mengungsi saja, tapi dia bilang masih mau di rumah, airnya belum terlalu besar. sekarang sudah besar, baru minta dijemput," lanjut enok.satu jam sudah, enok berdiri di depan perahu karet yang digunakan untuk evakuasi. enok hanya bisa berharap pada petugas evakuasi yang berasal dari satpol pp dan petugas pemadam kebakaran, kembali mempertimbangkan untuk melakukan evakuasi terhadap saudaranya.ditemui terpisah, camat jatinegara syofian, membenarkan bahwa ada warganya yang masih bertahan di rumah masing-masing. ia mengaku kewalahan mengimbau warga bersedia dievakuasi. menurutnya, warga cenderung tak memikirkan keselamatan diri serta anak-anaknya sendiri."sudah diimbau sejak awal sebenarnya. tapi kalau kondisinya sudah seperti saat ini ya tetap kita evakuasi pakai perahu karet," ujarnya.









editor :
sumber: www.kompas.com

Masih Terendam Air, Kondisi Kampung Pulo Jorok dan Rawan Penyakit

Written By laso on Tuesday, 15 January 2013 | 16:48




Masih Terendam Air, Kondisi Kampung Pulo Jorok dan Rawan Penyakit
Masih Terendam Air, Kondisi Kampung Pulo Jorok dan Rawan Penyakit





Detik puluhan rumah warga di kampung pulo, jatinegara, jakarta timur, masih 'hilang' terendam banjir. kini kondisi lingkungan kampung polo menjadi jorok dan rawan penyakit.pantauan detikcom di rt 03/02 saja, tinggi air sudah mencapai dua meter. padahal ini masih di wilayah atas, belum ke pedalaman wilayah tersebut."kalau makin ke terus (ke dalam), makin dalam airnya," ujar salah seorang warga, wira, saat ditemui di lokasi, rabu (16/1/2013).air di kawasan ini berwarna coklat. terkadang bau cukup menyengat muncul dari air tersebut.yang disayangkan, perilaku warga sekitar semakin memperburuk kondisi kesehatan lingkungan. mereka tetap saja buang sampah sembarangan, sehingga seperti plastik dapat dengan mudah ditemui. yang paling menyedihkan, beberapa warga bahkan tega buang air kecil ke arah banjir. (mok/ndr)
sumber: www.detik.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger