Berita Terbaru
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Asap Riau Mulai Ganggu Kesehatan Warga

Written By laso on Tuesday, 18 June 2013 | 16:52




Asap Riau Mulai Ganggu Kesehatan Warga
Asap Riau Mulai Ganggu Kesehatan Warga





kabut asap yang menyelimuti kota pekanbaru, mulai mengganggu kesehatan warga ibu kota provinsi riau, sehingga sebagian penduduk terlihat mulai mengenakan masker penutup hidup dan mulut.
"mata saya pedih sehingga pandangan pun tidak jelas dan seperti mau sesak napas," ujar ibu naya (27), salah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di seputaran jalan soebrantas, pekanbaru, selasa (18/6/2013).
kondisi itu, katanya lebih lanjut, dialami dirinya sekitar pukul 07.
30 wib ketika hendak pergi berbelanja di sebuah warung yang tidak jauh dari tempatnya tinggal.
sebelum berangkat berbelanja, ia mengaku, cuaca di sekitar tempat tinggalnya pada pukul 06.
00 wib terlihat berkabut dan bila dihirup udaranya tidak sesegar seperti biasanya.
  "terasa seperti asap dari kebakaran hutan bila dihirup, jadi saya putuskan untuk membuka jendela rumah agak siangan," ucapnya.
emi (40), seorang warga jalan kamboja, panam, mengaku, terpaksa memakai masker penutup hidup dan mulut oleh karena dia memiliki riwayat penyakit yang di derita sesak napas.
"kalau dibiarkan saya menghirup udara seperti ini, bisa-bisa sesak napas saya kambuh karena penyakit saya sensitif dengan kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan," katanya.
analis badan meteorologi klimatologi dan geofisika (bmkg) pekanbaru, tri puryanti, mengatakan, dalam tiga hari terakhir jumlah titik api di riau melonjak tinggi karena dipicu oleh relatif kecilnya volume hujan dalam sebulan belakangan.
seperti pada 15 juni tercatat jumlah titik api di riau meningkat 78 titik, kemudian 16 juni meningkat menjadi 115 titik api dan tanggal 17 juni jumlah titik api tercatat menurun tipis, namun tetap masih tinggi 103 titik.
"titik api tertingi berada di pelalawan dengan 26 titik, rokan hilir 19 titik, siak 18 titik, bengkalis 16 titik, indragiri hilir 13 titik, dumai sembilan titik, rokan hulu tiga titik, dan pekanbaru serta meranti masing-masing satu titik," jelasnya







sumber : antara



editor : kistyarini































berita terkait

singapura diselimuti kabut asap kebakaran hutan di indonesia
asap sumatera ganggu batam
karyawan merokok, beban perusahaan lebih besar
ruang bebas rokok belum tentu bebas risiko
saat pesawat akan "landing", hujan deras dan berkabut







topik pilihan:



harga bbm naik



pks versus koalisi



piala konfederasi 2013



wartawan tertembak dalam demo bbm



gebrakan jokowi-basuki



maradona ke indonesia











baca juga







meski dikecam, festival daging anjing terus berlanjut













nainggolan tak terima disebut mata duitan













kapan harga bbm naik?













bursa asia dibuka di level tertinggi dua pekan terakhir













hitung-hitungan subsidi bbm


















































googletag.
display('div-gpt-ad-545517159652763196-2');





























terpopuler + indeks




1
aktris senior ully artha meninggal dunia





2
kantor jokowi dipenuhi mobil pengunjung prj monas





3
lorenzo juara, korban berjatuhan di catalunya





4
arab saudi sarankan jamaah tunda rencana haji tahun ini





5
ully artha sempat dirawat di icu rspad gatot soebroto























terbaru + indeks





bbm segera naik, banyak spbu di pamekasan tutup









lagi, listrik balikpapan, samarinda, dan kukar mati total









polisi temukan jeriken di kantor dpd golkar subang









warga rusak dan jarah pabrik freeport









khofifah "blusukan" ke pasar, soekarwo cek kesehatan
































































































(function() {
var pxl = document.
createelement('img');
pxl.
async = true;
pxl.
src = 'http://t.
grazera.
com/track.
php?p=i1jlz2lvbmfsi1n1bwf0zxjhiy94bwwvmjaxmy8wni8xoc8xmtqxntczmi54bwwjahr0cdovl3jlz2lvbmfslmtvbxbhcy5jb20vcmvhzc94bwwvmjaxmy8wni8xoc8xmtqxntczmi9bc2fwlljpyxuutxvsywkur2fuz2d1lktlc2voyxrhbi5xyxjnysmz';
pxl.
width = 1;
pxl.
height = 1;
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0];
s.
parentnode.
insertbefore(pxl, s);
})();



















news





ekonomi


bola


tekno


entertainment


otomotif


health


female


travel


properti


foto


video


forum


kompasiana






















about


advertise with us
policy
site map
career
contact us
pedoman media siber





©2008 - 2013 pt.
kompas cyber media.
all rights reserved.






































































!function(d,s,id){var js,fjs=d.
getelementsbytagname(s)[0];if(!d.
getelementbyid(id)){js=d.
createelement(s);js.
id=id;js.
src="https://platform.
twitter.
com/widgets.
js";fjs.
parentnode.
insertbefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");


window.
___gcfg = {
lang: 'id'
};
(function() {
var po = document.
createelement('script'); po.
type = 'text/javascript'; po.
async = true;
po.
src = 'https://apis.
google.
com/js/plusone.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(po, s);
})();




//



$(function() {
var c = true;
$("#mykompas_like").
click(function () {
if (c) {
var n = $(this);
$("#myk-err").
remove();
if (! $("a#myk-ldr").
length) {
n.
parent().
append(' ')
}
c = false;
$.
getjson("http://" + document.
domain + "/services/mykompas/like/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&jsoncallback=?", function (p) {
if (p && p.
status == 1) {
n.
parents("div:eq(0)").
html(' berita telah terpilih')
} else {
$("#myk-ldr").
remove();
var o = ' proses gagal, coba kembali';
n.
parent().
append(o)
}
c = true;
$("#myk-ldr").
remove()
})
}
return false;
});
$(".
twitter-share-button").
load(function () {
$(this).
contents().
find(".
btn").
live("click", function () {
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareontwitter/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
});
fb.
event.
subscribe('edge.
create', function(response) {
console.
log(response);
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareonfacebook/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + response + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
});






jquery(document).
ready(function ($) {
$("#putartbox").
kompasartbox({
siteno : "1",
sectionid : "3",
articleid : "1034641",
nameutm : "regional",
nameid : "sartbox",
prevpermalink : "2013/06/18/11415732.
xml"
});
});





$(function() {
$('a#btnansweroriginal').
live('click', function(){
$.
ajax({
url: 'http://news.
kompas.
com/quiz/answer/',
type: 'post',
data: $('form#quiz_form').
serialize(),
success: function(result) {
$.
fancybox(result.
status);
}
});
return false;
});

$('#btnlogin').
live('click', function(){
var username = $('#username').
val();
var password = $('#password').
val();
$.
ajax({
url: 'http://news.
kompas.
com/quiz/login/',
type: 'post',
data: $('form#login_form').
serialize(),
success: function(result) {
if(result.
status == 1){
window.
location.
href = result.
output;
}else{
$.
fancybox(result.
output);
}
}
});
return false;
});

$("a#status_quiz").
fancybox({
"width" : '0',
"height" : '0',
"autoscale" : false,
"transitionin" : "none",
// "transitionout" : "none"
});
// var countries=new ddtabcontent("tabbing_tabs");
// countries.
setpersist(true);
// countries.
setselectedclasstarget("link");
// countries.
init();
});









$(document).
ready(function(){
function getnewhref(link) {
return 'http://'+link;
}
$('a#menuleft, a.
menunews, a#url, a#titlerubrikin, a#readmorerubrik, a.
url').
each(function(){
var valhref = $(this).
attr('href');
var remxml = valhref.
replace('/xml/','/');
var rephttp = remxml.
replace('http://','');
var x = getnewhref(rephttp);
$(this).
attr('href', x);
});
});



$(function() {
$("a.
fn_register").
fancybox ({
'width' : 700
, 'height' : 550
, 'autoscale' : true
, 'transitionin' : 'over'
, 'transitionout' : 'over'
, 'type' : 'iframe'
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
$('a.
fn_login').
fancybox({
'autoscale': true
, 'transitionin': 'over'
, 'transitionout': 'over'
, 'type': 'iframe'
, 'width': 330
, 'height': 300
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
});


$(function(){

var bg_link = function(){

this.
init();
};
///////// variabel data ////// rubah disini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
///////////////
bg_link.
prototype.
data = {
height_left :650,
height_right : 650,
width_materi : 100
};
bg_link.
prototype.
go = function(){
var brw = $(window).
width();
var mdw = $('div#themeslink').
width();

var tinggi = 0;
var btnheight = $('.
closeskin').
height();
var height_l = this.
data.
height_left;
var height_r = this.
data.
height_right;
var width_materi = this.
data.
width_materi;
if(brw < mdw) var xw = 0
else
var xw = (brw - mdw)/2 - 8;

$('#left_tl span a').
css({'width' : width_materi + "px",'height' : height_l + "px",'display' : 'block', 'overflow' : 'hidden'});
$('#right_tl span a').
css({'width' : width_materi + "px", 'height' : height_r + "px",'display' : 'block', 'overflow' : 'hidden'});
$('.
closeskin').
css({ 'right': -width_materi-2,'display':'block','top':-btnheight+22});
$('#themeslink #fixed #left_tl').
css({'right': width_materi+5, 'top':-tinggi, 'display' : 'block'});
$('#themeslink #fixed #right_tl').
css({'left' : 5, 'top':-tinggi, 'display' : 'block'});
//console.
log("brw = " + brw + " mdw = " + mdw + " xw = " + xw );
};
bg_link.
prototype.
reset = function(){
$('#left_tl span a').
css('display','none');
$('#right_tl span a').
css('display','none');
$('.
closeskin').
css('display','none');
};
bg_link.
prototype.
detect = function(){
return 1;
};
bg_link.
prototype.
detectresize = function(){
var brw = $(window).
width();
var mdw = $('div#themeslink').
width() + ($('.
closeskin').
width()*2);
if(brw > mdw) return 1
else
return 0;
}
bg_link.
prototype.
setcookie = function(){

var lama = 15;//15 menit
var lama_mldetik = lama * 60 * 1000;
var sekarang = new date();
var expirationdate = new date(sekarang.
gettime() + lama_mldetik);
var expiration = expirationdate.
togmtstring();
document.
cookie = "hide_skin_ads = 1;expires ="+ expiration;

}
bg_link.
prototype.
init = function(){
var self = this;
$(window).
load(function(){

if(self.
detectresize()){
self.
go();
}else{
$('.
closeskin').
css('display','none');
}

});
$(window).
resize(function(){
if(self.
detect()){
if(self.
detectresize()){
self.
go();
}else{
$('.
closeskin').
css('display','none');
}
}else{
self.
reset();
};
});

$('.
closeskin').
click(function(){
self.
reset();
$('#themeslink').
remove();

self.
setcookie();
});
};
new bg_link();

});




(function() {
var pxl = document.
createelement('img');
pxl.
async = true;
pxl.
src = 'http://t.
grazera.
com/track.
php?p=i1jlz2lvbmfsi1n1bwf0zxjhiy94bwwvmjaxmy8wni8xoc8xmtqxntczmi54bwwjahr0cdovl3jlz2lvbmfslmtvbxbhcy5jb20vcmvhzc94bwwvmjaxmy8wni8xoc8xmtqxntczmi9bc2fwlljpyxuutxvsywkur2fuz2d1lktlc2voyxrhbi5xyxjnysmz';
pxl.
width = 1;
pxl.
height = 1;
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0];
s.
parentnode.
insertbefore(pxl, s);
})();





var _gaq = _gaq || [];
_gaq.
push(['a.
_setaccount', 'ua-3374285-20']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['b.
_setaccount', 'ua-3374285-1']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['d.
_setaccount', 'ua-9341640-16']);
_gaq.
push(['d.
_setdomainname', 'auto']);
_gaq.
push(['d.
_setallowlinker', true]);
_gaq.
push(['d.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['d.
_trackpageloadtime']);


_gaq.
push(['c.
_setaccount', 'ua-3374285-6']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageloadtime']);


(function() {
var ga = document.
createelement('script'); ga.
type = 'text/javascript'; ga.
async = true;
ga.
src = ('https:' == document.
location.
protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.
google-analytics.
com/ga.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(ga, s);
})();









//









sumber: www[dot]kompas[dot]com

Tiga Bakal Cagub Jateng Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Written By laso on Thursday, 7 March 2013 | 12:12




Tiga Bakal Cagub Jateng Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Tiga Bakal Cagub Jateng Jalani Pemeriksaan Kesehatan





tiga pasangan bakal calon gubernur/cawagub jawa tengah hari ini menjalani tes kesehatan di ruang medical check up rsup dr. karyadi semarang. pemeriksaan dilakukan tim dokter yang beranggotakan 16 orang.humas rsup dr. karyadi semarang, darwito mengatakan pemeriksaan yang dilakukan hari ini merupakan tes fisik yang tidak menggunakan alat medis khusus."pemeriksaan dari jantung, paru-paru, tensi darah, tht, mata, neuro, ronsen tulang, jiwa, dan pemeriksaan fisik lainnya," kata darwito di paviliun garuda rsup dr.karyadi semarang, jl dr sutomo, kamis (7/3/2013).pemeriksaan mata yang menggunakan alat hampre dan pemeriksaan telinga dengan alat audiometri akan dilakukan jumat (8/3) besok."besok di ruang cdc karena memerlukan kekhususan alat. yang hari ini hasilnya bisa diketahui besok," pungkas darwito.bakal cagub ganjar pranowo, bibit waluyo, hadi prabowo dan bakal cawagub sudijono sastroatmodjo datang ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 06.40 wib. sementara itu cawagub heru sudjatmoko tiba pukul 07.07 wib dan disusul don murdono 10 menit kemudian."sehat, tensi 130/80 tinggi saya sekitar 170 centimeter," kata bibit waluyo saat menyapa wartawan.tes kesehatan yang dipimpin bambang sudarminto dijadwalkan selama dua hari hingga jumat besok. tes kesehatan hari ini diperkirakan selesai pada pukul 14.00 wib.dalam pemeriksaan kesehatan ini, puluhan personel polisi tampak berjaga. kabag op polrestabes semarang akbp suwitra mengatakan pihaknya mengerahkan dua pleton anggota dalmas. selain itu sejumlah intel juga di tempatkan di sejumlah titik."ini masuk katagori pleton sedang karena satu pleton berjumlah 21 personel. sebenarnya satu pleton berjumlah 38 personel," kata akbp suwitra.pengamanan terlihat dari gerbang masuk rsup dr karyadi dan lantai dasar pavilun garuda. sedangkan di lantai satu sekitar 10 personil berjaga sepanjang koridor hingga ruang medical check up. (alg/fdn)
sumber: www[dot]detik[dot]com

Gagal di 2010, Hakim Daming Lolos Tes Kesehatan di 2011 &amp; 2012

Written By laso on Thursday, 17 January 2013 | 04:03




Gagal di 2010, Hakim Daming Lolos Tes Kesehatan di 2011 & 2012
Gagal di 2010, Hakim Daming Lolos Tes Kesehatan di 2011 & 2012





Detik kegagalan ketua pengadilan tinggi (kpt) palembang m daming sunusi saat tes kesehatan calon hakim agung di 2010 ternyata tidak terulang di seleksi tahun selanjutnya. alhasil, daming bisa lolos ke dpr pada 2011 dan 2012 untuk menjadi ikut fit and proper test hakim agung."pada tahun 2010, pak daming memang tidak lulus proses seleksi calon hakim agung di komisi yudisial (ky) karena berdasarkan tes kesehatan dinyatakan ada masalah dengan kesehatannya," kata juru bicara ky asep rahmat fajar kepada wartawan, kamis (17/1/2013).namun saat seleksi hakim agung setahun selanjutnya, dia kembali ikut tes kesehatan dan dinyatakan lulus. bahkan tim dokter menyatakan daming tak bermasalah sama sekali."pada proses seleksi calon hakim agung tahun 2011 dan 2012, berdasarkan tes kesehatan di rumah sakit yang sama, kesehatan pak daming dinyatakan tidak ada masalah sama sekali," ujar asep."mengapa bisa lulus tes kesehatan di tahun berikutnya?" tanya wartawan."berdasarkan penelusuran yang dilakukan ky, setelah proses seleksi tahun 2010 tersebut, pak daming rupanya melakukan pengobatan untuk kesehatannya tersebut," sambung asep. (asp/nrl)
sumber: www.detik.com

10 Tindakan Medis Berlebihan dalam Dunia Kesehatan

Written By laso on Wednesday, 9 January 2013 | 20:38




10 Tindakan Medis Berlebihan dalam Dunia Kesehatan
10 Tindakan Medis Berlebihan dalam Dunia Kesehatan





penanganan gangguan kesehatan pada seseorang yang dilakukan seorang klinisi atau dokter tidak semudah yang dibayangkan. untuk menentukan tindakan medis, baik pemberian obat atau tindakan operasi, harus membutuhkan kecermatan dalam menegakkan diagnosis dan memastikan dengan kesesuaian indikasi tindakan medis yang harus dilakukan. fenomena ini tampaknya bukan hanya terjadi di indonesia, tetapi juga terjadi di belahan dunia lainnya. seringkali, terjadi intervensi berlebihan dan tidak sesuai indikasi tepat baik dalam pengobatan ataupun tindakan operasi pada pasien.  hal ini bukan hanya dilakukan dokter, tetapi sering pula terjadi karena desakan pasien. tidak disadari bahwa tindakan atau intervensi medis yang berlebihan dan tidak sesuai indikasi itu dapat berdampak merugikan bagi penderita mulai dari yang ringan sampai risiko mengancam jiwa. intervensi medis berlebihan dan tidak sesuai indikasiyang paling sering adalah pemberian antibiotika, operasi amandel, rawat inap rumah sakit, operasi usus buntu dan operasi sectio caesaria. intervensi medis berlebihan lainnya adalah pemberian obat dan vitamin berlebihan, operasi tidak sesuai indikasi atau tindakan operasi dalam keadaan kondisi penderita prognosisnya sangat buruk dan memang sudah ada tidak ada harapan untuk sembuh. berikut ini adalah 5 intervensi medis berlebihan dalam dunia kesehatan indonesia : 1. pemberian antibiotika
sumber: www.kompas.com

Kadis Kesehatan DKI Janjikan Tambahan Uang Lembur Bagi Tenaga Honorer Puskesmas

Written By laso on Tuesday, 8 January 2013 | 05:24




Kadis Kesehatan DKI Janjikan Tambahan Uang Lembur Bagi Tenaga Honorer Puskesmas
Kadis Kesehatan DKI Janjikan Tambahan Uang Lembur Bagi Tenaga Honorer Puskesmas





Detik kepala dinas kesehatan dki dien emawati, menjajikan dokter dan staf puskesmas yang berstatus honorer mendapat tambahan uang lembur. menurutnya, gaji mereka bisa mencapai rp.4 juta per bulan."jadi 2013 kita usulkan kesana, sebagian masuk subsidi karena kalau hanya dari blu (badan layanan umum) gak cukup, jadi minimal ump ditambah jasa medik, jasa pelayanan medik. kalau dia lebih banyak lembur misalnya, jaga malamnya lebih banyak, ya bisa 4 jutaan," ujar dien di balaikota, jl medan merdeka selatan, jakarta pusat, selasa (8/1/2012).upah minimum provinsi (ump) bagi dokter dan staf puskesmas saat ini mencapai 1,7 juta. dien, menilai angka ini terlalu kecil sehingga perlu disubsidi dengan anggaran dari apbd."kita hitung, kalau kemarin sampai rp. 2,2 juta dia dibayar, sekarang tambahannya berapa? tambahannya kan bisa lembur dan turun ke lapangan. makanya kalau kita banyakin tadi, turun, kamudian lembur maka dia akan naik," tambahnya.saat ini status dokter dan staf puskesmas honorer adalah pegawai non pns blud (badan layanan umum daerah). jika ingin menjadi pns, mereka harus dites terlebih dahulu.sebelumnya diberitakan, perwakilan staf dan tenaga honorer puskesmas se dki jakarta datang ke balaikota menemui ahok. mereka dijanjikan untuk dijadikan pegawai tetap blud (badan layanan umum daerah). (rvk/rvk)
sumber: www.detik.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger